Pemda KLU Kecolongan Soal Pembangunan Tambak Udang di Kayangan
Foto: Tambak Udang PT Panen Berkat Sejahtera Kayangan.

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pembangunan tambak udang modern seluas kurang lebih 25 hektar yang dilakukan oleh PT Panen Berkat Sejahtera di Dusun Lengkukun Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dipertanyakan legalitasnya.

Baca Juga: Kabinet Pemkab Lombok Utara Dirombak

“Kita akan kaji ulang ijinnya. apakah camat, desa dan dusun sudah mengetahui adanya pembangunan ini apa belum. Karena, jarak tambak terutama IPAL nya hampir tidak ada jarak dengan pemukiman warga,”ungkap Wakil Bupati Lombok Utara, Syarifudin,SH.MH.,usai melihat langsung lokasi pembangunan tambak udang vaname.

Selain kelengkapan izin lanjut Wabub, jarak pembuangan tambak dan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dengan pemukiman warga juga dinilai terlalu dekat dan akan berdampak tehadap lingkungan.

“Pihak-pihak yang terlibat seprti instansi tekait mestinya mengkaji kembali izinnya. Karena kita khawatir dampak limbah yang ditimbulkan akan berdampak negatif,”ujarnya.

“Saya sendiri juga warga sini (Kayangan.red) yang berdekatan langsung dengan lokasi tambak, tapi saya dan warga sini tidak begitu tahu. saya sempat dengar sih ada investor masuk tapi kok prosesnya begitu cepat, tiba-tiba sudah mulai dibangun,”tambahnya.

Oleh sebab itu, Syarif, menyarankan kepada siapapun yang terlibat didalam proses mulai pengeluaran izin maupun dokumen lainnya agar mengkaji ulang. Karena jangan sampai menjadi preseden buruk bagi lingkungan sekitarnya.

“Bisa dibayangkan nantinya munculnya bau tidak sedap setiap kali dilakukan pemberian pakan. Selain itu, sekarang ini debu-debu akibat pengerukan tanah pembangunan juga hinggap ke rumah-rumah warga. Ini juga harus menjadi perhatian,”tukasnya.

Baca Juga:KPU Lombok Utara Gelar Rakor Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Agus Tisno yang ditemui wartawan senin (11/2) menegaskan, pihaknya akan segara tururun ke lokasi untuk melakukan peninjauan kembali, karena sejauh ini pihanya baru menerbitkan ijin lokasi saja sementara ijin yang lainya belum ada.

“Kita akan turun nanti ke lokasi dan kita akan melibatkan pihak kepolisian dan DLHPKP,” tegasnya.

Menanggapi persoalan tersebut pihak penanggungjawab pembangunan tambak modern PT Panen Berkat, Aldi yang dikonfrimasi mengaku dokumen kelengkapan pembangunan tambak sudah lengkap dan diserahkan ke Pemda Lombok Utara.

Ia juga membantah soal IPAL yang nantinya akan berdampak pada lingkungan sekitar. Pasalnya, meski lokasi IPAL berdekatan dengan pemukiman namun limbah itu diproses pada sedimen untuk di treatment sehingga mutu limbah yang dibuang ke laut menjadi bersih.

“Proses itu sudah sesuai arahan dari isntansi terkait di provinsi. Kita juga sebelum membangun memastikan semua prosedur sudah memenuhi syarat,”ujarnya.

“Apa yang menjadi persyaratan termasuk CSR Perusahan ini nanti akan sangat diperhatikan. Termasuk pemanfaatan tenaga lokal yang ada di warga sekitar,”imbuhnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here