Tujuh Daerah Pemilukada di NTB Potensial Bersengketa karena Hal Berikut
Foto: Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bawaslu NTB, Dr Hj Yuyun Nurul Azmi. (KanalNTB.com/pur)

MATARAM, KanalNTB.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB mulai memetakan potensi sengketa di Pilkada Serentak 2020. Sebanyak tujuh kabupaten/kota di NTB yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, dianggap memiliki potensi perkara seperti calon independen yang menggunakan KTP Ganda hingga parpol menarik dukungan setelah KPU mengeluarkan berita Acara penetapan calon.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bawaslu NTB, Dr Hj Yuyun Nurul Azmi, mengatakan sengketa Pilkada 2020 potensial terjadi antara peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu, dalam hal ini ialah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia mencontohkan, dukungan pasangan calon (paslon) dari jalur perseorangan memungkinkan untuk diperkarakan.

” Di proses pencalonan ada potensi sengketa, ketika nanti KPU tidak menetapkan pasangan calon, apakah KTP ganda ditemukan setelah ada berita acara KPU dan Partai menarik dukungan ke calon setelah mendaftar,” kata Yuyun di ruang Kerjanya Senin, (27/07).

Menurut dia, di tahapan kampanye pun potensi untuk melahirkan sengketa diantara peserta pemilu cukup terbuka. Contohnya, yang Jumlah dukungan calon independen dan setelah ditetapkan calon parpol pendukung menarik dukungan.

“Bila memenuhi syarat di KPU dilakukan kelayakan verifikasi faktual. peluang terjadi sengketa,” ucapnya.

Bila ada KTP Ganda saat verifikasi faktual langsung dicoret tanpa perbaikan lagi. Berita acara KPU akan keluar setelah tiga hari, baru permohonan pengajuan sengketa bisa diajukan ke Bawaslu. Tiga hari itu tidak terhitung hari pembacaan tapi terhitung sehari setelahnya,” tuturnya.

Yuyun menerangkan, Bawaslu menerima aduan dari independen setelah ada berita acara dari KPU.

Independen diberikan kesempatan perbaikan sampai 15 Agustus dan Sekarang Bawaslu
sedang melakukan pengawasan calon perseorangan, untuk perbaikan. Bila ada kekurangan harus melengkapi dua kali lipat.

Berikut jumlah suara calon Independen di enam Pilkada. Kota mataram ; Dianul Hayezi-Badrun: jumlah perbaikan 45.988 , jumlah kekurangan dukungan 22.994

Loteng ; Drs Siswandi-Dahrun: kekurangan dukungan 21.947, Perbaikan 43.894

H Muh Amin-Farhan : kekurangan dukungan 44.220, Perbaikan 88.560

Kabupaten Sumbawa; Rasidi-Sudirman: memenuhi syarat 21.139, kekurangan 6.966, perbaikan 13.932. Talifudin-Sudirman: Memenuhi syarat 30.223, tidak ada kekurangan dukungan.

Dompu: Masyur-Aris Ansyari dukungan perbaikan 15.944 ,kekurangan 7.972.


Baca Juga:


Bima: Ruslan H Islamail-Syarimin Puasa: Perbaikan 28.194, kekurangan 14.097.


Penulis: Pur ; Editor: hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here