Photo : Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho

SUMBAWA BESAR, kanalntb.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa menggelandang tersangka kasus penggelapan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, SH, 28, karena berkas perkara kasus tersebut telah dilimpahkan dari tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kepada Kejari Sumbawa, Kamis (16/11).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho SH MH membenarkan hal itu. Pihaknya telah menerima pelimpahan berkas kasus tersebut.

“Kami sudah menerima berkas perkara tahap kedua beserta tersangka dan barang buktinya dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTB,” ujarnya didampingi JPU Kejati NTB Wahyudiono SH.

Terkait kasus ini, Feddy menambahkan bahwa Kejari Sumbawa akan segera menyusun dakwaan, sedangkan anggota tim JPU Kejari Sumbawa menyiapkan berkas kasus tersebut untuk dilimpahkan dan disidangkan di pengadilan.

Anggota JPU Kejati NTB Wahyudiono SH menuturkan, peristiwa yang menyeret tersangka SH ke meja hijau itu berawal dari peristiwa yang terjadi pada Minggu (16/07), sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu tersangka membeli solar bersubsidi sebanyak 400 liter menggunakan jeriken ukuran 20 liter di SPBU Karang Dima. Solar tersebut diangkut menggunakan dump truck dengan nomer polisi ESDM 8602 DI. Solar itu digunakan sebagai bahan bakar alat berat di lokasi penambangan galian C di Selang.

Namun, tim anggota Polda NTB lebih dulu memergoki aksi tersangka. Di hadapan petugas, tersangka tidak bisa menunjukkan surat rekomendasi. Saat itu, tersangka beserta barang bukti langsung diamankan petugas untuk diproses lebih lanjut.

Akibat ulahnya itu, tersangka dijerat Pasal 55 atau Pasal 53 huruf besar dan dalam Undang-Undang (UU) No 22/2001 tentang Migas dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dengan denda Rp 60 miliar dan empat tahun penjara dengan denda Rp 4 milliar. (k9)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here