Tarif Klinik di Tiga Gili
Foto: Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – DPRD Lombok Utara meminta pemerintah daerah agar lebih selektif lagi dalam mengeluarkan izin klinik kesehatan di tempat wisata seperti tiga Gili (Trawangan, Meno dan air). Hal tersebut menyusul aduan salah seorang wisatawan yang mengeluhkan tarif klinik kesehatan yang terlalu mahal.

“Penekanan kami kepada eksekutif untuk lebih selektif lagi dalam menertibkan semua izin klinik di tempat wisata,” ungkap Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi kepada wartwan, Selasa (17/12).

Menurutnya klinik kesehatan yang terbangun disana itu harus memiliki izin jelas. Karena dengan proses itu akan ketahuan semua prosedur dari awal sampai akhir sehingga bisa terkontrol dengan baik oleh pemerintah,

“Termasuk tarifnya, tenaga dokternya, pembuangan limbahnya akan bisa dikontrol oleh pemerintah,”ujarnya.

Terkait adanya protes salah seorang wisman soal tarip klinik yang dikenakan dianggap terlalu mahal maka kata Mariadi, jika pembayaran itu secara konvensional, artinya tidak dengan asuransi, maka ia minta kepada semua pihak untuk menentukan tarip yang bersahabat.

Karena Mariadi menilai mereka-mereka ini (Wisman.red) kan sedang datang berkunjung ke daerah kita dan menghidupkan daerah ini. Dengan begitu, nanti kan akan memberikan imbas yang positif bagi semua pihak termasuk dalam rangka memulihkan pariwisata.Tetapi sebaliknya, jika pelayanan awal sudah begini mereka tentu akan menyampaikan hal yang negatif tentang daerah ini di kampung halamannya disana. 

“Kepada para pengusaha yang telah membangun klinik di tiga Gili, kita harapkan partisipasinya untuk menjaga kesan dan lingkungan dengan baik,” tekannya.

Menyoal tentang limbah, Mariadi menekankan kepada para pengusaha di pulau eksotik itu agar jangan sampai limbah itu dibuang di sembarang tempat yang pada akhirnya menimbulkan penyakit. Sementara untuk Dikes agar memberikan pembinaan kepada para pengusaha klinik ini.

“Kita semua ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, tetapi di sisi lain, ternyata menimbulkan efek yang tidak baik. Kemudian kepada pemerintah, kita minta untuk lebih selektif lagi menerbitkan izin klinik ini,”tandasnya..

Baca Juga:

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Dinas kesehatan Lombok Utara  dalam surat bernomor 1641/04/Dikes-KLU/Xll/2019 melakukan tindakan tegas dengan menutup Klinik Green Medical Center yang berlokasi di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here