Jalan Sang Ustad
Yusuf Maulana, Penulis Buku Gerakan Islam. (Foto: kanalntb.com/dok.pribadi)

Oleh: Yusuf Maulana (*)

Sungguh sayang manakala banyak kawan berdiri tegak di bawah menara kembar di Kuala Lumpur hanya buat berfoto. Padahal ingin patik ke sana mendatangi banyak kedai buku yang tawarkan pelbagai khazanah dari barat dan timur dunia Islam.

Sungguh iba mendapati banyak keluarga berada berkeliling ke Istanbul dalam tajuk bernuansa keislaman. Tapi sayang, ada banyak kesempatan menziarahi para ahli ilmu diganti menapak-tilasi tempat bersejarah semata buat arsip di social media.

Sungguh sedih bilamana ada handai taulan masih ceria membagi pose eskostik berlatar Alhambra ataukah bekas reruntuhan Madinatuz Zahra di Kordoba. Mereka asyik berfoto, dan lupa merogoh airmata di bekas sisa kejayaan Daulah Andalusia.

Belum berkesempatan ke kota-kota (bekas) muslimin tampaknya berikan ibrah. Belum perlu berziarah ke sana, namun galilah buku pembuka minda di KL; mempelajari Ottoman sebagai bangsa penjaga marwah muslimin; mengelola konflik dan kebesaran dari era mulk thawa’if di eks Khilafah Andalusia.

(*) Penulis Buku Pergerakan islam

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here