Stok Logistik Tanggap Bencana di Lombok Tengah Diklaim Aman
Stok Logistik Tanggap Bencana di Lombok Tengah Diklaim Aman

LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Ditambah guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang di wilayah Lombok tengah, membuat semua pihak mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir dan angin kencang yang kapan saja bisa terjadi. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng memastikan stok persediaan logistik tanggap bencana di Lombok Tengah jika sewaktu-waktu terjadi bencana dalam kondisi aman.

Kepala BPBD Loteng, H Muhammad mengatakan, stok yang tersedia mulai dari asbes, kayu, semen, dan paku. Termasuk peralatan lainnya untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana masih dalam kondisi aman,  karena persediaanya cukup banyak.

“Masih banyak stok (logistik) kita di gudang, bisa hingga satu tahun kedepan,” kata Muhammad, kemarin (29/1).

Baca Juga:

Dijelaskan Muhammad, stok bantuan bencana ini sangat penting. Untuk itu stok bantuan memang harus selalu tersedia di gudang logistik agar bisa disalurkan kapanpun dibutuhkan. “Kapan pun dibutuhkan. Kita siap salurkan,” ungkapnya.

Namun, sebelum bantuan di salurkan ke korban bencana, terlebih dahulu dilakukan verifikasi, terkait dengan bantuan apa yang dibutuhkan. Hasil itu nanti baru ia berikan bantuan sesuai dengan kebutuhan.  

Kemudian, terhadap bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, yang melanda Loteng akibat angin kencang dan banjir, ia telah memberikan bantuan terhadap korban bencana.

“Sebagian kita sudah berikan. Sisanya sedang dilakukan pendropingan,” terangnya.

Untuk diketahui, sejauh ini jumlah korban terdampak bencana angin kencang sekitar 100 warga. Sementara dari jumlah itu kata Muhammad, tercatat rumah rusak ringan sebanyak 70 unit dan sisanya rusak sedang. Namun, untungnya tidak ada rumah warga yang rusak parah.

“Data ini pun diprediksi akan bertambah. Itu dilihat dari masih banyak laporan yang masuk ke kantor,” kata Muhammad.

Sejauh ini pula, diprediksi kerugian warga yang terdampak, akibat bencana itu sekitar ratusan juta. Pasalnya, kebanyakan rumah warga rusak, karena tertimpa pohon dan atapnya terbawa angin.

“Sejauh ini tidak ada rumah yang ambruk,” jelasnya.

Kemudian, titik-titik rumah warga yang terdampak, merata di 12 kecamatan. Namun, yang paling banyak terkena dampak, yakni kecamatan Praya Barat Daya, Praya, Pujut dan Praya Timur.

Untuk itu, ia menghimbau kepada warga, agar selalu waspada cuaca ekstrim saat ini. Apalagi, informasi dari BMKG dipredksi angin kecang hingga tanggal 30 Januari mendatang.

“Bila terjadi angin kencang, agar secepatnya menghindari titik-titik yang memungkin akan membahayakan nyawa kita,” imbuhnya. (hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here