Sosok Hebat HL Mudjitahid dalam Kenangan dan Pandangan H Mohan Roliskana
Foto: Almarhum Walikota Mataram H Lalu Mudjitahid (kiri), Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana (kanan). (dok)

MATARAM, KanalNTB.com — Wafatnya sesepuh asal Lombok HL Mudjitahid,  Sabtu (1/08) siang merupakan kehilangan yang besar bagi masyarakat Lombok umumnya terlebih bagi kota Mataram mengingat Mamiq Muji, demikian panggilan akrab beliau adalah Walikota Mataram pertama sejak berpisah dari Lombok Barat periode 1978-1989.

Begitu banyak kenangan yang ditinggalkan bagi kota Mataram sejak berdirinya terlebih bagi junior juniornya yang menggantikan peran beliau memimpin ibukota NTB ini. Salah satu yang merekam sosoq hangat tersebut adalah H Mohan Roliskana, Wakil Walikota Mataram.

Suami dari Noviani Danar Kinastry ini sekilas mengenang hubungan personal dirinya dengan almarhum mamik Muji diawali dari perjalanan karir almarhum ayahnya (alm. HM Ruslan) di birokrasi. Dari sinilah komunikasi pribadi Mohan bermula dengan sosoq hangat mamiq Muji.

“Beliaulah yang mengangkat ayah saya memegang jabatan strategis sebagai camat waktu itu ketika beliau masih menjadi bupati,” tutur H Mohan.

Jabatan awal ayahnya (HM Ruslan) kala itu menurut Mohan benar benar jadi lompatan penting bagi perjalanan ayahnya menapaki karier di birokrasi. Terlebih kebijakan almarhum miq Muji benar benar dipertaruhkan untuk ini mengingat HM Ruslan saat itu satu satunya camat yang bukan lulusan IPDN.

Keputusan almarhum ini didasarkan keyakinan akan kemampuan seorang HM Ruslan mengemban amanat yang beliau berikan.

“Mungkin semata-mata karena keyakinan beliau akan kemampuan ayah saya. Bahkan, di setiap kesempatan beliau selalu mengatakan bahwa, “Ruslan ini Ali Sadikinnya Mataram,” sebut pria yang saat ini memimpin DPD II Golkar kota Mataram dan dicalonkan partainya menjadi calon Walikota di Pilkada Mataram tahun ini berpasangan dengan TGH Mujiburrahman.

Hubungan birokrasi sang ayah secara tidak langsung pun turut merekatkan hubungan Mohan dengan almarhum. Hingga suatu ketika almarhum pernah menyampaikan ke dirinya. Bahwa semasa masih muda almarhum yang kebetulan pernah cukup lama tinggal di kampung Karang Bedil Mataram (tempat tinggal Mohan) dan mengaji di kakek buyutnya Mohan (Almarhum Tgh. Munir), almarhum sering disuruh mencari rumput untuk makanan kuda milik Tuan Guru.

Dari pengalaman beliau ini almarhum bercerita tentang perjuangan hidup, ketekunan dan kedisiplinan yang diajarkan selama Ia tinggal di tempat Tuan Guru pada saat itu.

Sebelum beliau wafat Mohan juga sempat mengunjungi beliau. Seperti biasa almarhum selalu menularkan semangat melalui kisah-kisah yang sering beliau ceritakan kepada setiap orang,

“Sungguh hidup almarhum mencerminkan betapa cinta dan besarnya perhatian terhadap kota yang ia pernah pimpin dan mengukir sejarah terbentuknya kota Mataram,” ucap Mohan.

Semua, siapapun dia lanjutnya yang mengenal sosok mamiq Muji pastilah sepakat, bahwa beliau adalah orang tua yang baik, selalu memberi nasehat, memotivasi, menginspirasi banyak orang dan mengajarkan tentang semangat untuk selalui menjaga silaturahmi.

Meskipun dibatasi usia dan kemampuan fisik, beliau selalu hadir di setiap kegiatan masyarakat, pemerintahan dan  berbagai organisasi yg membutuhkan kehadirannya.
Begitu pula sebagai mantan aktivis rupanya daya kritis beliau, kata Mohan tidak pernah hilang. Termasuk mencermati perkembangan kota Mataram.

“Mamik Muji pernah menyampaikan ke saya, agar Mataram boleh maju tetapi jangan sampai menghilangkan simbol-simbol kearifan lokal berharga yang diwarisi oleh para orang tua terdahulu. Ia ingin agar gedung-gedung di kota dapat memadukan disain kontemporer dengan kearifan lokal yang kita miliki. Termasuk juga beliau mengingatkan saya tentang jangan sampai luntur semangat gotong royong, sebagai mana pada saat beliau memimpin pernah menggalakkan Jum’at bersih sebagai wujud terpeliharanya sisi kearifan dan semangat kolektif kita membangun kota,” kenangnya.

Di perjumpaan  terakhir di kediaman beliau, satu hal yang mengharukan Mohan adalah saat beliau memberikan semangat kepadanya terhadap ikhtiarnya saat ini (Bertarung menjadi calon Walikota berpasangan dengan TGH Mujiburrahman di Pilkada kota Mataram tahun ini)
“Itu menjadi kekuatan bagi saya untuk dapat mengikuti jejak dan pengabdian beliau kepada masyarakat dan daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir Mohan mengucapkan terimakasih atas jasa dan kebaikan almarhum. Dan tak lupa mendoakan beliau mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT.


Baca Juga:


“Terimakasih Mamik Muji, selamat jalan semoga Allah memberikan tempat terbaik disurga-Nya. Saya bersaksi Mamik orang baik, InshaAllah cita-citamu akan kami wujudkan…semoga…,” tutupnya.


Penulis: hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here