Sosok dibalik Perakit Sepeda Listrik NTB Tamatan SMEA dan Otodidak
Foto: Sepeda motor listrik setelah dirakit (kiri), Wawan perakit (kanan atas), Sepeda Motor Listrik sebelum dirakit (kanan bawah). (KanalNTB.com)

Sumbawa Besar, KanalNTB.com – Sebentar lagi NTB akan memiliki sepeda motor listrik yang akan dilauncing Gubernur Zulkieflimansyah Agustus mendatang. Siapa sosok dibalik hadirnya produk unggulan ini  ternyata perancangnya tak sampai mengenyam pendidikan tinggi. Tapi seorang pemuda yang hanya tamatan SMEA jurusan Akuntansi bernama Wawan (35).
Wawan yang sehari hari bekerja di bengkel dalam proses melahirkan “kuda besi” telah melewati pekerjaannya dengan penuh kesabaran mulai dari membuat kerangka atau bodi sampai perakitan.

Menurut Wawan awalnya, ia menerima tawaran dari Universitas Teknologi Sumbawa tiga bulan lalu untuk merakit sepeda listrik untuk NTB.

“Saya diberikan tugas membuat bodi dari sepeda listrik itu. Setelah itu merakit,” ungkapnya.

Sejauh ini pekerjaannya dibantu beberapa mahasiswa dari UTS. Dan saat ini sedang menyelesaikan permintaan Gubernur NTB untuk membuat 20 unit untuk dilauncing  17 Agustus mendatang.

“Sekarang kita sedang membuat 20 unit untuk dipamerkan gubernur nanti,” ungkapnya.

Dalam proses pengerjaannya sendiri dibutuhkan waktu seminggu untuk satu unit sepeda listrik. Jadi dalam sebulan bisa empat unit.

“Seminggu lebih bisa selesai satu sepeda motor ini dirakit kalau sendiri. Begadang juga sampai malam, ” tuturnya sambil menunjukkan bodi yang dirakit.

Untuk bodi sepeda motor listrik menurutnya masih bisa didapat di dalam negeri. Namun untuk mesin dan baterainya harus pesan dari luar.

“Bahan matrial yang dari luar termasuk dinamonya, kalau yang lain dari dalam negeri . Termasuk sockbreker lampu, ban, peleg, ruji, rantai dan gir,” ungkapnya.

Bedanya dengan sepeda motor listrik biasa. Sepeda motor listrik ini dilengkapi dengan kayuh dan tidak langsung mati otomatis jika habis baterai. Tetapi masih bisa menyala untuk mematikan mesinnya.

” Jarak tempuhnya 35 kilo. Jadi bisa digunakan untuk malam hari juga,” ungkapnya.

Di bengkel yang cukup luas tersebut Wawan mulai melakukan pengelasan besi yang digunakan untuk bodi sampai merakitnya.

“Disini kita merakit semua. kadang dibantu sama mahasiswa yang libur dari UTS. Jadi saya hanya merakit dan UTS yang membuat gambarnya seperti apa. Alhamdulillan saya bisa,” ungkap satu- satunya IKM lokal Sumbawa yang dilibatkan ini.

Mengenai biaya pembuatannya beda tipis dengan bahan harga jualnya.

“Cukup tipis sebenarnya karena batrai dan dinamonya lumayan mahal. Untuk sementara belum kita jual, itu pak gubernur yang pesan,” ungkapnya.

Soal biaya menurutnya berdasarkan informasi yang diperoleh kemungkinan besar berasal dari dana hibah pemprov NTB.

“Kemungkinan dari dana hibah, tapi saya kurang tahu juga, maklum saya tahu kerjaannya saja,” ungkapnya.

Selain mengejakan perakitan sepeda listrik wawan juga memiliki hobi lain di bengkelnya. Mulai dari membuat kendaran kecil sampai ukuran besar.


Baca Juga:


“Saya dari hobby gak cuman sepeda listrik aja. Saya sering juga buat motor trail, japstail, perontok padi pertamini digital, manual bongkar semua mesin juga, motor mobil, diesel dan pengecetan,” ungkapnya yang mulai menggeluti perbengkelan ini sejak tahun 2004 lalu.


Penulis: Pur ; Editor: hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here