Photo : Satuan Tugas Pangan terdiri dari Ditreskrimun Polda NTB, Bulog Divre NTB, Dinas Pertanian NTB dan Dinas Perdagangan NTB ini menyisir satu persatu pasar tradisional dan gudang Bulog Divre NTB.

MATARAM, kanalntb.com – Satuan Tugas Pangan Nusa Tenggara Barat gelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional di kota Mataram untuk memastikan stok beras yang beredar di pasar dan harga beras tetap stabil.

Satuan Tugas Pangan terdiri dari Ditreskrimun Polda NTB, Bulog Divre NTB, Dinas Pertanian NTB dan Dinas Perdagangan NTB ini menyisir satu persatu pasar tradisional dan gudang Bulog Divre NTB.

“Sidak ini sebagai bentuk pengawasan dan pemantauan harga beras serta memastikan stok beras di NTB, dalam kondisi aman, sehingga tidak perlu mengimpor beras lagi,” ujar Kepala Dinas Pertanian NTB Husnul Fauzi di Mataram, Selasa (16/1).

Menurutnya, stok beras di NTB aman berdasarkan pantauan di setiap gudang terdapat 1.000 ton beras dan sekitar 25 ribu ton beras tersedia, bahkan pihaknya memastikan kondisi ini cukup untuk 5 bulan kedepan.

“Tadi kita ke gudang bulog ada sekitar 1000 ton beras yang akan didistribusi, dan sekitar 25 ribu ton beras masih tersedia, sehingga tidak ada alasan lagi untuk impor beras,” tegasnya.

Husnul juga menambahkan berdasarkan pantauan harga beras di pasar tradisional masih jauh dari harga eceren tertinggi yakni Rp 11.500 untuk harga premium sedangkan harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah seharga Rp12.800 dan Rp8.000-9.500 untuk beras medium, dari harga HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10 ribu per kilogramnya.

“Harga beras juga stabil masih dibawah HET,” katanya.

Ketua Satgas Pangan NTB yang juga Direskrimum Polda NTB, Syamsudin Bahrudin mengatakan akan tetap melakukan pantauan untuk memastikan stok beras NTB aman, hingga bulan masa panen raya.

“Kami akan tetap memantau kondisi beras di NTB hingga bulan masa panen, untuk memastikan stok beras aman,” ungkapnya

Selain beras Satgas pangan juga memantau harga kebutuhan lainnya, harga yang mengalami kenaikan adalah telur ayam masih berikasr 40 hingga 42 ribu per terre dari Rp38 ribu harga normal, dan cabai Rp40 ribu per kilogramnya dari Rp38 ribu perkilogramnya, yang disebabkan karena cuaca buruk yang masih melanda NTB. (k10)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here