Festival Baleganjur yang helat di Pure Dalem Kecamatan Tanjung, Senin malam (15/1)

LOMBOK UTARA, kanalntb.com – Dalam rangka memperingati Hari Siwaratri Umat Hindu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk pertama kalinya menggelar Festival Baleganjur yang helat di Pure Dalem Kecamatan Tanjung, Senin malam (15/1).

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD KLU, Dra Ni Wayan Sri Pradianti, Kabid Kebudayaan Dinas Budpar KLU Arnowadi,
Ketua PHDI KLU Igst. Mangku Padang, Ketua Pesemetonan PNS KLU, Ketua Banjar se-Kecamatan Tanjung, Ketua Peradah KLU Perwakilan, Manager Hotel Wilson Gili Terawangan Lalu Win Suriyatna yang menjadi seponsor utama pergelaran tersebut serta toga, toma, umat Hindu Kecamatan Tanjung, Pesemetonan PNS KLU, dan Peserta Festival Baleganjur 200 orang.

Selanjutnya acara kemudian di buka dengan pembacaan wada wakya dan di selingingi dengan Tarian yang di namakan “Tari Merak” yang memukau seluruh penonton.

Ketua Peradah KLU Ida Bagus Sunu mengatakan, hari Raya Siwaratri merupakan sebuah simbolis dalam pendakian nilai-nilai spiritual, di mana hari ini menjadi hari perenungan dosa terhadap kehidupan sehari hari.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memotivasi masyarakat dan generasi muda dalam melestarikan budaya warisan leluhur. Kegiatan ini bertema dengan semangat Wasudewa Khutumbhakam. Kita perkokoh rasa ersatuan serta solidaritas generasi muda Hindu,” ungkapnya.

Sementara itu Perwakilan Hotel Wilson Gili Terawangan Lalu Win Suryat mengungkapkan bahwa lombok utara memiliki tempat wisata, tokoh takoh dan SDM yang mampu menjaga serta memelihara apa yang dimiliki Lombok Utara.

“Kita sepakat di KLU ini sangat tersimpan beberapa budaya Baleganjur, bukan hanya budaya ini saja tapi masih banyak budaya budaya lainnya yang dapat kita munculkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayan dan Pariwisata KLU Arnowardi menuturkan, pihaknya merasa terbantu denga dilaksanakan Festival Baleganjur.

Karena, di hari Ultah KLU nanti pihaknya berjanji untuk mengadakan festival serupa tentu di tingkat kabupaten. Karena menurutnya kesenian ini sangat terkenal dengam budayanya, apa yang menjadi niat kami pemda KLU dapat menampakan di KLU pariwisata berbasis budaya.

“Terima kasih kepada Peradah dan seluruh masyarakat yang sudah menyelenggarakan Festival Baleganjur saat ini,” tegasnya.

Festival Baleganjur kemudian di mulai dengan penampilan Banjar Karang Swela di susul Banjar Karang Bangket, kemudian Banjar Karang Desa, Sanggar Yowana Citta Werdhi dan terakhir Sanggar Gita Yowana Kumara Jaya. Penampilan yang apik dan saling adu kreatifitas di tampikan oleh para peserta.

Acara terakhir adalah pemberian hadiah kepada pemenang Festival Baleganjur, Juara I diraih Sanggar Gita Yowana Kumara Jaya dengan total hadiah uang pembinaan Rp 2 Juta tambah tropi serta sertifikat, Juara II Sanggar Yowana Citta Werdhi, hadiah uang pembinaan Rp1,5 juta plus tropi dan ertifikat. Untuk juara III Banjar Karang Swela dengan uang pembinaan Rp 1 Juta ditambah tropi dan sertifikat. Juara IV di sabet oleh Banjar Karang Bangket mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp500 ribu tambah tropi dan sertifikat, Juara V Banjar Karang Desa dengan hadiah Uang Pembinaan Rp 300 ribu plus tropi dan sertifikat. (k7)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here