Puluhan Miliar Dana PKH di KLU Cair
Foto: ilustrasi

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menyalurkan sekitar Rp 23 miliar dana Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dana PKH sudah disalurkan, sekitar 20 ribu kelompok yang tersebar disemua kecamatan sudah menerima manfaat,” ujar kepala Dinsos P3A, KLU Faesol kepada wartawan, Senin (18/2).

Dikatakanya, para penerima manfaat ini menerima dana tersebut dengan nominal berbeda. Hal tersebut mengacu pada kebutuhan rumah tangga, misalkan jika di rumah itu ada ibu hamil, anak sekolah dan balita maka tentu kebutuhanya akan bertambah. Maka dari itu dana yang diterima sekitar Rp 3 juta sementara yang masuk dalam keluarga biasa akan mendapat sekitar Rp 1 juta.

Cara pembagianya langsung ditransfer dari rekening. Karena ATM ada perpanjangan tangan dari BRI,” katanya.

Baca Juga:

Faesol menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas tercatat sebesar 19.992 KPM. Kecamatan Bayan mendapat alokasi yang cukup besar dengan jumlah sebesar Rp 6.167.400.000 miliar. Dari jumlah itu penerima manfaat di Bayan mencapai 5.292 KPM.

Untuk kecamatan Gangga, tercatat 3.188 KPM dengan total dana sebesar Rp 3.749.325.000 miliar. Kecamatan Kayangan dengan alokasi Rp 6.120.525.000 miliar tercatat yang mendapat manfaat 5.038 KPM. Kecamatan Pemenang menjadi kecamatan yang paling sedikit dari aspek dana pun penerima manfaat. Yaitu dana Rp 2.625.950.000 miliar teralokasi hanya ke 2.163 KPM. Terakhir khusus Kecamatan Tanjung dari 4.311 KPM teralokasi sebesar Rp 5.035.550.000 miliar.

“Kami masih kerjakan BDT juga agar jumlah penerima setiap program tepat. Target saya akhir Februari 2019 sudah selesai,” jelasnya.

Target BDT tersebut juga bertujuan untuk mengcover seluruh penerima manfaat agar tidak tumpang tindih.

Saat ini lanjut Faesol, diketahui dari jumlah Basis Data Terpadu (BDT) sebanyak 42 ribu lebih program Rastra yang tersalurkan di masyarakat hanya 35 ribu lebih. Artinya, masih ada sekitar 7 ribuan lebih KK yang belum menerima manfaat dari program rastra tersebut.

“Target BDT itu untuk mengcover seluruh penerima manfaat agar tidak tumpang tindih. Maka dari itu BDT yang pertama kita sinkronkan dengan rastra, PKH, lansia, sama program lain supaya nanti ketahuan jangan sampai ada yang tidak tercover,” tandasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here