Proyek DD Sesait Diduga Mangkrak, Kades Baru Endus Bau Kejanggalan
Foto: Panggung peresean Mangkrak proyek dana desa di lombok utara. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Kepala Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang baru Susianto M,Pd.,.angkat bicara terkait mangkraknya proyek panggung presean yang dibangun pada 2019 lalu. Ia bahkan menduga terdapat kejanggalan pada sejumlah proyek yang dibagun dengan anggaran dana desa (DD) di desa tersebut.

Misalnya, pada proyek Widen (panggung Peresean.red) senilai Rp 640 juta, pembukaan jalan baru di jalur Sumur Pande senilai Rp 450 juta. Belum lagi, informasi keluhan yang diterima dari masyarakat terkait Pustu Sesait yang diduga bermasalah.

Meski demikian, ia mengaku tidak bisa mendalami lebih jauh dugaan permasalahan tersebut lantaran terbatasnya informasi dan data karena, perangkat desa sebelumnya tidak mengembalikan secara utuh data anggaran pembangunan tersebut.

“Nilai proyek Widen Rp 640 juta. Setelah 3 hari dibangun, langsung ambruk. Diperbaiki lagi oleh kontraktornya, tapi ambruk lagi. Sampai sekarang tidak berfungsi,” ungkap Susianto belum lama ini.

Susianto mengatakan, selama dibangun panggung presesan tersebut hanya bisa digunakan masyarakat sekitar setengah bulan saja. Melihat kondisinya sekarang (Mangkrak.red) ia bahkan bingung mau berbuat apa.

“Kalau harus memperbaiki atau membangun ulang, harus jelas dulu pertanggungjawaban DD nya. Nanti Kami akan bersurat meminta bantuan BPKP untuk mengaudit, karena sampai sekarang kami tidak tahu laporan keuangannya seperti apa,” ujarnya.

Susianto menilai, kejanggalan serupa tidak hanya terjadi pada proyek panggung presean itu saja, pihaknya juga menilik ada dugaan kejanggalan pada proyek pembukaan jalan baru di dusun Sumur Pande.

“Saya bingung, target volume ada, jalan baru dibuka seperempat tapi uangnya sudah habis. Bahkan ada warga juga yang melapor tidak setuju lahannya digunakan,”pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lombok Utara Corruption Watch (LUCW), Tarpiin Adam, mengaku sedang mendalami kasus ini. Hal ini seiring adanya aduan warga yang disampaikan ke LUCW.


Baca Juga:


“Benar, LUCW juga sedang melakukan pendalaman karena sudah ada aduan masyarakat yang masuk. Tidak hanya Widen, tetapi juga beberapa proyek lain dari Dana Desa setempat,”tandasnya.


Penulis: Eza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here