Polres Lotara Sidik Dugaan Korupsi Dana BOS SDN 2 Bayan
Foto: Kapolres Lotara AKPB Herman Suyono,SIK (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 2 Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini naik ke meja penyidikan Polres Lombok Utara (Lotara). Demikian disampaikan Kapolres Lotara AKBP Herman Suryono S.i.K.

Kepada wartawan Herman mengatakan, Sat Reskrim Polres Lombok Utara (Lotara) saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan LP/137/11/2019 tanggal 30 November 2019, tentang dugaan penyalahgunaan bantuan operasional sekolah (BOS) dengan dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana di atur dalam pasal 2 dan 3 UUD 31 thn 1999 djunto UUD no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Saat ini sudah naik ke penyidikan, dan secepatnya mentukan calon tersangka,” ungkapnya, Selasa (3/12).

Herman menegaskan, adapun kronologis kejadian bahwa dana BOS yang ada pada SDN 2 Bayan periode tahun 2017-2018 pada tahap pelaksanaannya dana BOS tersebut diduga terjadi penyimpangan, dengan beberapa modus seperti pemalsuan dokumen, kemudian pembutan nota fiktif, mark up harga.

“Ini mengindikasikan kerugian negara,” katanya.

Herman menjelaskan, untuk kerugian negara pada kasus ini masih sedang dilakukan penghitungan oleh BPKP, posisi kita saat sedang menunggu hasil analisis pihak BPKP.

“Kita sedang menaikan tahap dari penyelidikan menjadi penyidikan. Untuk nominal kerugian negara kita belum pastikan, tetapi sekitar ratusan juta ada,”jelasnya.

Herman melanjutkan, dalam proses penyidikan ini, penyidik menemukan perbuatan melawan hukum oleh calon-calon tersangka penyalah gunaan dana tersebut. Calon tersangkanya sendiri lanjut Herman masih di seputaran oknum sekolah tersebut.

“Di Dinas hanya sebagai saksi saja, sementara yang sudah kami kantongi masih di seputaran oknum sekolah,” tandasnya.

Terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka dan yang sudah di kantongi identitasnya Herman masih enggan menyebutkan nama-nama calon tersangka.

Baca Juga:

“Nanti kita umumkan lagi ya penetapan tersangkanya. Kasus korupsi lain, nanti ada lagi, masih dalam penyelidikan karena perbuatan tindak pidana korupsi itu harus betul-betul menemukan perbuatan melawan hukum,” pungkasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here