Koperasi Karya Bahari Ogah Tarik Retribusi Tiket Masuk Ke Tiga Gili
Koperasi Karya Bahari Ogah Tarik Retribusi Tiket Masuk Ke Tiga Gili

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Peraturan Bupati (Perbub) nomor 1 tahun 2019 tentang Perizinan pengelolan sampah yang di keluarkan Pemerintah Daerah Lombok Utara (KLU) awal tahun ini membolehkan kendaran bermotor sejenis kontainer dan roda tiga masuk ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air).

Peraturan Bupati (Perbub) nomor 1 tahun 2019 tentang Perizinan pengelolan sampah yang di keluarkan Pemerintah Daerah Lombok Utara (KLU) awal tahun ini membolehkan kendaran bermotor sejenis kontainer dan roda tiga masuk ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air).

Hal tersebut terungkap saat Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) menggelar sosialisasi yang di ikuti semua Kelompok Swadaya Masuarakat (KSM) di Kecamatan gangga, kemarin.

Mengetahui hal tersebut, Ketua KSM Meno Lestarai Dusun Gili Meno, Desa Gili lndah, Nasrun dengan tegas menyatakan penolakan. menurutnya, Perbup itu jelas melanggar awik-awik desa yang menyatakan bahwa kendaraan bermotor dilarang masuk ke tiga gili.

Peraturan Bupati (Perbub) nomor 1 tahun 2019 tentang Perizinan pengelolan sampah yang di keluarkan Pemerintah Daerah Lombok Utara (KLU) awal tahun ini membolehkan kendaran bermotor sejenis kontainer dan roda tiga masuk ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air).

“Kami nyatakan tegas menolak. Kontainer, roda tiga, intinya kedaraan bermotor tidak bisa masuk gili,”cetus Nasrun ditemui wartawan usai sosialisasi.

Kadus Gili Meno itu menegaskan, jangan sampai kedaraan bermotor ada di perbup itu, pihaknya menyarankan untuk merevisi kembali entah apupun alasannya. Karena, pihaknya takut nanti jika ada satu saja yang mengadakan pasti memicu masyarakat atau pengusaha lain akan ikut mengadakan.

Selain itu, pihaknya juga takut akan terjadi bentrok antara masyarakat yang memegang teguh kearipan lokal dengan pengguna perbup yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Tidak ada alasan lagi untuk membawa kendaraan bermotor masuk tiga gili. Saran saya hilangkan kendaraan bermotor dalam isi perbub itu kalau bisa yang ramah lingkungan seperti cidomo atau kendaran roda tiga yang menggunakan listrik, karena itu pengaruhnya sangat sensitif bagi masyarakat,”tegasnya.

Dalam Perbup tersebut, sesuai tertuang dalam pasal 22 ayat (2) menyatakan bahwa pengupulan sampah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (pemindahan dari tempat sampah rumah tangga atau sejenis rumah tangga ke TPS 3R/TPST sampai ke TPA), dapat dilakukan dengan menggunakan sarana pengumpulan dan pemindahan sebagai berikut, kontainer, becah motor (roda tiga), becak sampah, gerbok sampah, bak sampah karet atau bak sampah gantung.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas DLHPKP KLU H. Rusdi menjelaskan, penggunaan kontainer dan sejenisnya (kendaraan bermotor.red) itu sudah ada diatur dalam DPA Perbub itu sendiri dan hanya diperuntukan khusus untuk pengangkutan sampah saja bukan dideskrepsikan untuk angkutan umum.

“Sudah diatur dalam perbub, ada pakai greyder, konpayor kan itu bermesin semua, jadi tidak bisa dirubah lagi itu sudah perbub, kecuali berbunya dirubah,”jelasnya.

Menurutnya, jika nanti menggunakan alat angkut seperti cidomo dan gerobak Rusdi menilai itu terlalu lambat, sebab, yang namanya orang ngangkut itu harus cepat, takutnya masyarakat nanti akan terganggu dengan bau dan aroma tidak sedap.

“Sepanjang jalan itu nanti akan di ambil satu rute, todak boleh memotong jalan, takutnya masyarakat terganggu dengan baunya dan izin pengangkutannya juga akan masuk pada lalu lintas darat,”pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here