Pengusaha di Gili Trawangan Laporkan Oknum Pencatut Nama Bupati untuk Kuasai Lahan
Foto: Kuasa Hukum Pengusaha Gili Trawangan, I Made Santi Adyah. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Salah seorang pengusaha di Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang melaporkan oknum yang mencatut nama bupati KLU Dr H Najmul Akhyar sebagai keluarga Bupati saat berupaya menguasai objek tanah.

Dalam laporannya investor tersebut menjelaskan oknum tersebut melakukan pengerusakan sekaligus penggeregahan di objek tanah yang jelas-jelas sertifikatnya telah dibatalkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dengan modus mengaku sebagai keluarga Bupati tersebut, pengusaha disana mengaku tidak bisa berkutik lantaran oknum-oknum pegawai pemerintah daerah malah ikut mengawal sekaligus mengizinkan pengerusakan oleh oknum pelaku tersebut dengan mengklaim lahan yang mereka rusak merupakan lahan miliknya sendiri.

“Oknum itu mengaku keluarga bupati dan memiliki hak diatas lahan yang jelas-jelas roi pantai. Sertifikat yang mereka miliki itu telah di batalkan BPN setelah kami gugat. Bukti pembatalan setrtifikat dari BPN itu No 345/ Kep-52/III/2018,” ungkap Robet melalui kuasa hukumnya, I Made Santi Adnya, SH,MH., Rabu (25/12).

“Yang menjadi persoalan ketika mereka menutup akses masuk ke lahan kami tempat restoran kami. Mereka tetap mengklaim tanah yang diklaim berada di roi pantai itu miliknya padahal sertifikat mereka itu sudah dibatalkan BPN. Sekarang jalan utama yang menjadi akses transportasi dialihkan ke pinggir pantai dan pemda seolah mengabulkan ,”sambungnya.

Menurutnya, kekuatan mereka itu ketika menyebut keluarga bupati dan aparatur daerah sehingga semuanya diam. “Sekarang mereka bangun lapak-lapak dan disewakan oleh oknum itu sehingga akses kami tertutup bahkan properti kami dirusak juga,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, persoalan ini sudah di laporkan ke Polres Lotara seperti adanya penggeregahan, pengerusakan dan aksi preman yang dilakukan oknum yang menyebut dirinya keluarga bupati itu.

“Luas tanah klien saya ini 1 hektar lebih. Dan oknum itu mengklaim lahannya itu ada di depan, padahal lahan itu jelas-jelas akses jalan dan roi pantai. Yang kita kuatirkan oknum itu selalu mencatut nama bupati sebagai keluarganya dan menggunakan aparatur daerah untuk memuluskan izinnya,”pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTB, Raden Nuna A., menegaskan persoalan yang terjadi di Gili Trawangan cukup komplek. Salah satunya menyangkut investasi pengusaha yang tidak nyaman akibat adanya oknum yang selalu menyebut sebagai keluarga bupati untuk memuluskan rencananya.

Seperti kasus yang dialami pengusaha itu, katanya, dimana orang sudah jelas-jelas memiliki dokumen lengkap masih saja ada oknum yang ingin mengganggu. Lebih-lebih mengatasnamakan keluarga bupati. Apalagi diperparah dengan pemanfaatan aparatur daerah.

Baca Juga:

“Kami di Komisi akan turun pekan ini dalam rangka melihat kondisi lahan di GTI itu sekaligus melihat lokasi lahan yang dipersoalkan pengusaha itu juga. Karena informasinya oknum tersebut berani mengalihkan jalan utama di lokasi itu ke bibir pantai. Dan maksud dari bidang pembangunan mengawal oknum itu apa?. Jangan sampai mereka dimanfaatkan karena takut oknum itu menyebut nama bupati,” tandas Made Santi.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here