Selly Makin Kuat di Pilwali Mataram Jika Pilih Kreteria ini Wakilnya
Foto: Analis Politik Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) NTB dan Pengamat Politik dari UIN Mataram, Agus,M.SI. (kanalntb.com/dok)

MATARAM, KANALNTB.COM – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Agus, M.Si, Menilai, Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digulirkan pemerintah pusat melalui KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) hanya akan menguntungkan incumbent (Jokowi.red) dalam pilpres yang tinggal sebulan lagi.

“Saya melihat rekrutmen PPPK ini kental muatan politisnya,” katanya, kepada kanalntb.com, Selasa (12/2).

Baca Juga: Jokowi-Ma’ruf Ditarget Menang 70 Persen di NTB

Agus berharap kepada pemerintah agar Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 terkait peluang seleksi dan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK jangan hanya untuk mendapatkan simpati pemilih pegawai honores jelang pilpres.

“Politik kebijakan rekrutmen PPPK ini sebaiknya jangan menggunakan perspektif jangka pendek hanya untuk mendapatkan simpati pemilih pegawai honorer pada incumbent dalam pilpres,” terangnya.

Dosen UIN Mataram menjelaskan, Banyak hal yang harus diperhitungkan sebagai rasionalitas politik rekrutmen pegawai. Pertama soal kemampuan keuangan daerah. “Kalau gaji PPPK dibebankan murni pada APBD ini terlalu berat bagi daerah,” ungkapnya.

Kedua menurut Agus, Pada proses rekrutmen pegawai tetap harus mempertimbangkan kompetensi pegawai.

Baca Juga: JKSN NTB Sesumbar Bentuk 10 Ribu Relawan Menangkan Jokowi-Ma’ruf

“Rekrutmen pegawai dari tenaga honorer dalam jangka panjang mengurangi peluang orang-orang di luar yang memiliki kompetensi dan masih energik untuk bekerja,” pungkasnya.

Ditanya apakah kebijakan ini apakah akan membuat tumpang tindih dan kecemburuan sosial kepada honorer yang lain?. Agus menjelaskan, Tenaga honorer yang diangkat dalam kebijakan ini yang masuk honorer K2.

“Kalau soal ini daerah sudah punya datanya. Yang jadi persoalan adalah kemampuan daerah untuk menggaji karena ini butuh biaya besar sementara belum dianggarkan tahun 2019,”tegasnya. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here