Posisi Jokowi-Ma'ruf Mengkhawatirkan
Foto: Analis Politik dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) dan Pengamat Politik UIN Mataram Agus, M.Si.

MATARAM, kanalntb.com-Pengamat sosial politik UIN Mataram Agus M.si menilai kampanye hitam akan mewarnai kontestasi politik pada pemilu kepala daerah di NTB. Dia menyebutkan banyak isu kampanye hitam yang dapat dimainkan baik terkait strategi rasialitas power maupun visualisasi power.

Beberapa isu yang menurutnya berpotensi dipraktekkan adalah suku, agama, isu kedaerahan, resitensi kepemimpinan perempuan, moralitas, hingga isu dugaan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga : Tips Menghadapi Kampanye Hitam Ala Didu-Athar

Mantan komisoner KPUD NTB itu mengatakan beragam isu kampanye hitam itu dimaksudkan untuk menjatuhkan lawan politik. Lagipula, sistem pilkada saat ini mencari suara terbanyak. “Sehingga pilihannya saya menang atau saya kalah. Siapa yang hidup atau siapa yang mati. Maka itu, semua isu berpotensi dimainkan,” ujar Agus kepada kanalntb.com

Banyak media yang dapat digunakan para pelaku kampanye hitam. Salah satu yang marak menurutnya adalah pemanfaatan media sosial. Sebab, masyarakat saat ini sudah akrab dengan media sosial.

Peta politik yang menunjukkan kondisi kekuatan berimbang menjadi salah satu alasan maraknya kampanye hitam. Segala isu itu bertujuan untuk melemahkan lawan politik. Hanya saja, kata Agus, kampanye hitam hanya membuang-buang energy lantaran pada akhirnya sia-sia. “Tapi kampanye hitam itu tidak bisa dihindari. Pada dasarnya kampanye hitam itu sudah berlangsung jauh sebelum tahapan pilkada berlangsung dan berlanjut hingga berakhirnya pilkada,” paparnya.

Terkait dengan itu, dia berharap kandidat bakal calon kepala daerah baik gubernur, bupati, dan walikota di NTB turut andil untuk meminimalisasi praktek kampanye hitam itu. (k15)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here