Pemkab KLU Ancam Cabut Izin Hotel Langgar Aturan
Foto: Kepala DLHPKP Lombok Utara H. Rusdi. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Persoalan sampah di kawasan pariwisata sudah menjadi persoalan yang fundamental di Lombok Utara. Berbagai cara tengah dilakukan Pemeritah Kabupaten (Pemkab) untuk meminimilasir persoalan tersebut. Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) belakangan akan mengintervensi pengusaha untuk mengelola sampah mereka sendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala DLHPKP Lombok Utara H. Rusdi, Kamis (11/4). Pihaknya mengatakan, upaya intervensi ini sejatinya sudah dari dulu disampaikan. Maka itu implementasi daripada rencana itu akan diawali dengan mengeluarkan surat edaran terlebih dahulu.

“Iya harus pengusaha dan hotel juga akan kelola sampahnya sendiri,” ungkapnya.

Ratusan hotel di Lombok Utara, lebih khusus di Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) adalah sasaran yang memang jadi prioritas. Betapa tidak, sebagai kawasan wisata andalan, hotel dirasa harus ikut ambil bagian dalam rangka memberantas sampah di pulau tersebut.

“Bila perlu hotel mengusung konsep eco frendly semua. Mau tidak mau harus siap,” tegasnya.

Bila tidak diindahkan oleh pihak hotel maka DLHPKP lanjut Rusdi, akan menarik izin lingkungan yaitu dokumen UKL/UPL mereka. Hal itu sebagai bentuk intervensi sekaligus bentuk kerjasama kaitan mengeroyok masalah sampah. Namun demikian, bukan berarti seluruh hotel belum ada yang terapkan pola serupa. Meski jumlahnya masih bisa dihitung.

“Ada beberapa Vila Ombak sudah, Wilson’s Retret, Living Asia juga. Pokoknya kita jadikan pekerjaan mengelola sampah ini jadi pekerjaan yang menarik,” terangnya.

Pihaknya sendiri, lebih luas di lingkungan pemerintahan Lombok Utara akan menerapkan sistem serupa. Di mana dalam waktu dekat seluruh pimpinan OPD akan meneken MoU sebagai bentuk kesanggupan bahwa mereka juga ikut mengelola sampah di inernal sendiri. Misalnya saja, di area pasar dan terminal Bapenda KLU pun Dishublutkan bertugas mengedukasi dan menata kawasan setempat supaya bebas dari sampah.

“Lingkungan kita harus mencipatakan semua bergerak punya peran jadi ada komitmen. Intinya (dinas) bisa seperti KSM, minimal ada pemilahan sampah kering dan basah,” jelasnya.

Baca Juga:

“Mulai dari situ dulu, tapi yang jadi target pengurangan sampai plastik karena di dunia kita (Indonesia) nomor 2 penghasil terbesar sampah plastik,” imbuhnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here