Pemda KLU Anggap Kehadiran Asosiasi RTG Mudahkan Rehab Rekon
Foto: Kepala BPBD KLU H Muhadi. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Pemerintah Daerah Lombok Utara (KLU) sangat mengapresiasi terbentuknya Asosiasi Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Bahkan BPBD KLU sendiri menganggap kehadiran asosiasi yang mengakomodir seluruh aplikator daerah itu akan mampu memudahkan dan mempercepat pembangunan rehab rekon.

“Dengan adanya asosiasi ini saya rasa sangat baik, karena nanti mereka bisa memudahkan koordinasi dengan daerah terkait pembangunan RTG ini,” ungkap Kelak BPBD KLU H Muhadi pada wartawan, Kamis (7/11).

Menurutnya, dalam proses percepatan RTG pihak manapun akan diberikan ruang penuh untuk bekerjasama dengan pokmas. Tetapi didalam prosesnya tentu mengacu pada aturan sebagaimana kesepakatan. Fakta yang terjadi, ada sejumlah aplikator yang bersoal sehingga BPBD pun kesulitan untuk melakukan koordinasi lantaran tidak ditemukan kantor aplikator tersebut di daerah.

“Bukan ribet yang dari luar tapi tidak ada kantor di sini jadi agak susah koordinasi. Jadi ketika ada persoalan kami bisa melalui asosiasi ini untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Muhadi mengatakan, meski asosiasi di KLU sudah terbentuk, lantas tidak akan menutup keran untuk aplikator luar untuk masuk. Tetapi dengan catatan aplikator luar harus mendaftarkan diri di asosiasi, supaya mana kala nanti terdapat masalah bisa lebih mudah berkoordinasi.

“Sekarang dengan asosiasi lebih memudahkan daerah seperti pelatihan dan lain-lain. Jadi enak bisa kita sampaikan langsung,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi RTG Lombok Utara Zainudin mengatakan, dibentuknya asosiasi tersebut tidak lepas dari banyaknya problem yang terjadi di daerah kaitan RTG. Maka itu, putra putra daerah berinisiatif untuk membentuk organisasi dengan harapan pembangunan bisa lancar dan jauh dari masalah.

“Kami berpikir putra daerah harus ada di situ sebagai penjamin untuk pembangunan RTG tersebut. Kalau bicara mampu atau tidak, semua tidak mampu, tapi saat ini jangan sampai putra daerah jadi penonton. Fakta yang terjadi saat ini, workshopnya di mana tidak jelas,” terangnya.

Asosiasi RTG yang dibentuk disebutnya beranggotakan 40 aplikator dari RIKO, RIKA, RISBA, KUMAC dan sejenisnya. Di mana tugas asosiasi ke depan selain memastikan pengerjaan RTG yang dilakukan anggota lancar, juga memastikan jika anggota tidak kabur manakala sudah melakukan pencairan merujuk pada kasus-kasus yang acapkali terjadi dilapangan.

Baca Juga:

“Inilah tugas kami, jadi kalau ada anggota yang nakal kita akan bertanggungjawab. Kami akan berkoordinasi dengan fasilitator dan juga BPBD ke depan untuk mensukseskan percepatan rehab rekon ini,” pungkasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here