Cawagub NTB Mori Hanafi (kiri) dan Cagub NTB Dr Zulkieflimansyah. (Foto: kanalntb.com/dok)

MATARAM, KANALNTB.COM – Debat Pasangan Calon Pemilihan Gubernur 2018 dua hari lagi yakni pada 12 Mei besok namun Paslon sudah mulai debat pemanasan. Seperti dilontarkan Dr Zul dan Mori Hanafi soal program pendidikan.

Seperti diketahui Dr. Zul menjadi cagub yang paling sering menyuarakan program pendidikan  yang akan dijalankannya jika menjadi gubernur.

Dalam beberapa kesempatan Dr. Zul menyatakan siap memberikan beasiswa  kepada mahasiswa berprestasi dengan langkah mengirim mereka sekolah ke luar negeri.

” Ini kita akan lakukan agar mahasiswa yang ingin sekolah ke luar negeri bisa,” ucap pria kelahiran Sumbawa ini.

Menurutnya upaya tersebut bisa ia lakukan tanpa harus merogoh uang APBD karena ia tahu dan berpengalaman melakukannya.

“Cukup dengan melengkapi toefle bahasa Inggris 100-500 tanpa dianggarkan lewat APBD. Kita tahu caranya karena kita sudah pengalaman,” yakin pria mantan Ketua BEM UI ini.

Hanya Pria yang di Pilgub berpasangan dengan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah ini enggan menyampaikan detail teknis pelaksanaan program tersebut.
“Kita tidak mau membocorkan caranya karena bisa tahu calon lain,” tukasnya.
Yang jelas langkah sederhananya akan menghimpun peluang bersekolah di luar negeri dengan lembaga-lembaga internasional  dan negara-negara yang membuka untuk itu.
“Misalnya bisa kita dapat dari LPDP 50 orang kita cari yang mau, beasiswa dari jepang 50 orang. itu yang kita cari,” tandasnya.

Dr Zul sangat yakin cara itu adalah salah satu strategi dan peluang yang sangat terbuka bagi siapapun untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat NTB.

“Ini peluang yang belum pernah selama ini kita kelola dengan baik padahal ada peluang kita untuk bisa kita raih,” tandasnya meyakinkan.

Jika Dr Zul begitu yakin dengan formula program pendidikannya. Namun, tidak demikian dalam pandangan wagub paslon Nomor urut 2, Mori Hanafi. Menurut Mori program pendidikan Cagub Nomor urut 3 itu tidak aplikatif. Bahkan Mori mengklaim program pendidikannya lebih detail dan menganggap program pendidikan gratis dan perbaikan fasilitas  dasar pendidikan  lebih urgen dari pada pengiriman mahasiswa belajar keluar negeri.

“Beda sama kami yang sudah detail
Yang urgen adalah pendidikan gratis dan perbaikan fasilitas dasar pendidikan,” ucap Mori Hanafi. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here