Photo : I Putu Krisna Saputra, kostum Nomor 10 (jongkok depan) bersama Tim Suratin Bajang Mentaram 2017. (dewi/kanalntb.com)

MATARAM, kanalntb.com – I Putu Krisna Saputra, salah satu siswa SMPN 8 Mataram dan juga pemain Suratin Bajang Mentaram 2017 berhasil lolos seleksi Timnas Pelajar U-15.

Dan saat ini jebolan sekolah bola Mataram Soccer Academi (MSA) itu tengah menjalani Training Centre (TC) Tim Nasional Pelajar yang dipersiapkan untuk Tournament Cina-Thailand Oktober tahun 2018.

Kepala Bidang Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Isnaini, S.Pd., M.OR, menuturkan bahwa pencapaian luar biasa siswa yang kerap disapa Krisna ini menjadi wakil NTB untuk kategori U-15  setelah melalui dua tahap seleksi. Dan di tahap ketiga ia dinyatakan lolos untuk mengikuti TC di Bandung dari tanggal 19 Januari 2018.

Pria yang juga pembina MSA ini tak begitu kaget dengan  terpilihnya Krisna ini karena memang levelnya sudah bukan nasional lagi, melainkan sangat berpotensi di level internasional. “Ya karena dia yang paling menonjol. Anaknya sangat lincah, larinya kencang, dan staminanya juga kuat. Levelnya bukan nasional lagi,” ujarnya kepada kanalntb.com (Jumat, 19/1).

Baca Juga : 2018, Pelatda Kenari Dilanjutkan, Anggaran Ditingkatkan

Prestasi Krisna selain itu kata Isnaini, juga ditopang dari pengalamannya mengikuti berbagai kejuaraan. Pada tahun 2017 kemarin, ia  bersama tim Suratin Bajang Mentaram telah memenangkan kejuaraan saat mewakili NTB di Kota Magelang. Dakam proses ini juga yang menjadikan Krisna lolos seleksi tahap satu dari 74 kabupaten se-Indonesia, dan tahap dua dari 25 kabupaten se-Indonesia.

Selama proses TC ini, biaya transportasi pulang pergi ditanggung oleh Manajemen Klub Mataram Soccer Academy (MSA) dan PSSI kota Mataram. Sedangkan dari Dispora Kota sendiri sudah memberikan uang pembinaan selama proses kegiatan tersebut.

Sebagai seorang siswa yang masih belajar di bangku sekolah tentu kegiatan ini akan mengganggu pendidikan. Namun berhubung Krisna akan membawa nama Mataram, NTB, dan Indonesia, hal ini bisa disikapi. “Ya karena dia masih pelajar tentu sekolahnya terganggu. Tapi mengingat dia membawa nama Kota Mataram, NTB dan Indonesia sekolah bisa kita sikapi, ya nanti melalui Dispora Kota Mataram,”  pungkas pria yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris di KONI Kota Mataram ini.(k11)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here