Pasien Covid Keluhkan Penanganan Tim Gugus Covid 19 Lobar Terkesan Tak Bertanggungjawab
Foto: Kondisi tempat karantina sanggar mutu gerung wilayah di lombok barat yang dikeluhkan. (dok)

Lombok Barat, KanalNTB.com – Penanganan tim Gugus Covid-19 Lombok Barat dituding amburadul karena prosesnya dirasakan tidak sesuai harapan. Mulai dari sistem administrasi hingga pelayanan medis dan fasilitas lokasi karantina tak memadai. Hal tersebut terungkap dari pengakuan visual pasien yang dikarantina di Sanggar Mutu Gerung yang diterima KanalNTB, Sabtu (16/5).

Seperti disampaikan pasien inisial JN, ia mengeluhkan tempat karantina yang tak tersedia cukup air bersih dan fasilitas cuci tangan. “Disini air sering kosong dan kita tak diberikan vitamin,” akunya.

Hal yang sama diutarakan pasien lainnya, N. Menurutnya ia bersama  pasien lainnya yang dikarantina dianggap sakit tapi malah tak dapat fasilitas kesehatan memadai.
“Kalau kita dibawa kesini berarti sudah dianggap sakit maka seharusnya kita diberikan perhatian dengan  suplemen seperti vitamin dan buah buahan agar imun kita lebih baik. Ini kita hanya dilepas begitu saja hanya diberi nasi dan air putih saja,” ucapnya kesal.

Pasien lainnya juga menyatakan hal yang sama.”Saya setuju dengan apa yang dikeluhkan teman teman itu. Mohon ini segera diperbaiki,” sambutnya.

Yang menjadi pertanyaan besar hasil tes Rapid tertulis juga tidak diterima pasien dan keluarganya sebagai dasar pihak tim covid menindaklanjuti pasien harus menjalankan proses karantina dengan sepengetahuan keluarga.

“Sampai hari ini sejak dikarantina Selasa (13/5) lalu kami selaku keluarga belum menerima surat tertulis hasil Rapid Tes, setelah istri saya dinyatakan reaktif,” aku Y, suami salah seorang pasien Covid yang kini sedang ditangani di Lobar.

Menurut Y keadaan ini sangat berat karena sejak hasil tes rapid yang hanya diumumkan sepihak  dirinya dan keluargnya harus mendapatkan sanksi sosial yang mengharuskan dirinya dan anak anak sama sekali tidak boleh keluar rumah karena dikhawatirkan juga membawa penyakit.

Sementara jawaban Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Lombok Barat Ahad Legiarto, yang dikonfirmasi Minggu (17/05) sangat berbeda dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Menurutnya keluarga pasien yang sudah dinyatakan positif harus disampaikan kepada pihak keluarga sekaligus untuk dilakukan tracing.

” Ya keluarga harus diberitahu, bahkan harus dicari tracking record nya,” jawabnya.

Ia juga menegaskan bahwa Standar pelayanan di lokasi lebih ke Medis yaitu apabila ada OTG dari red zone (zona Merah) yang harus diwaspadai diminta untuk melakukan Rapid Tes.

” Kalau (hasilnya) reaktif dilanjutkan ke Rumah Sakit mengikuti pemeriksaan lanjutan. Kalau negatif wajib karantina mandiri dengan dipantau petugas puskesmas setempat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bila pasien dinyatakan reaktif tapi kondisi badan sehat saat dikarantina akan diberikan obat tergantung hasil medis.

“Untuk pasien yang perlu obat, tergantung hasil pemeriksaan medisnya, yang saya tahu  pasti diberikan suplemen/vitamin untuk meningkatkan imunnya,” terangnya.

Saat ditanya apakah keluarga sudah dikirimkan surat pemberitahuan, Legiarto menjawab diplomatis.


Baca Juga:


“Saat ini, siang malam tim gugus Lombok Barat terus berbenah dengan  kondisi yang ada, kalau ada masukan tolong disampaikan,” pungkasnya.


Penulis: Pur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here