LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Partai Golongan Karya (Golkar) NTB langsung bersikap tegas  dengan memberi hukuman pemecatan atas kadernya H Muhir yang terkena kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Kejaksaan Negeri Mataram, Jum’at (14/9) atas dugaan pemerasan yang dilakukannya kepada Kepala Dinas Pendidikan (S) dan kontraktor (CT).

Ketua Umum DPD I Golkar NTB, HM Suhaili, FT mengaku telah menandatangani surat pemecatan kader yang menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram tersebut.

“SK pemecatan dan pemberhentian menjadi anggota DPRD sudah ditanda tangani,” jelas Suhaili FT, di Pendopo, Selasa (18/9).

Bahkan, begitu tertangkap, ia pun langsung menerima perintah dari DPP untuk melakukan pemecatan. Atas perintah DPP, langsung dibuatkan surat pemecatan, sekaligus pemberhentiannya menjadi anggota DPRD. “Kita sedang lakukan usulan proses PAW,” ungkapnya.

Suhaili sangat menyayangkan atas sikap perbuatan kadernya tersebut. Padahal, setahunya kadernya dinilai sangat bagus di partai. Namun, apapun yang terjadi, menurutnya ini tetap dijadikan pembelajaran bagi kader lainnya. “Kita ambil hikmahnya saja,” katanya.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh kader partai Golkar, agar bisa memegang amanah yang telah diberikan masyarakat. Jangan sekali-sekali menyalahgunakan amanah yang telah diberikan. Bila melanggarnya, maka akan tahu akibatnya, seperti yang terjadi pada H Munir.
“Silahkan jaga amanah itu,” katanya mengingatkan.

Seperti viral diberitakan sepekan terakhir di media online dan cetak secara nasional bahwa kader golkar, H Muhir ditangkap di sebuah warung di kawasan Cakranegara, Kota Mataram. Yang bersangkutan diamankan bersama barang bukti uang Rp 30 juta. Uang tersebut diduga jatah fee
yang diminta Muhir atas Anggaran Rehabilitasi Pasca Gempa untuk Bangunan SD dan SMP se kota Mataram sebesar 4,2 M setelah merasa berjasa memuluskan pembahasan disetujuinya dalam APBD P.erubahan tahun 2018. (Hiz)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here