Operasi Pekat, Polres Ciduk 21 Orang dan Amankan Puluhan Jeriken Miras
Foto: Konfresi Pers Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono dengan Tersangka dan Barang Bukti. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Polres Lombok Utara menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) sejak tanggal 26 April hingga 9 Mei 2019. Dari serangkaian kegiatan tersebut setidaknya sejumlah kasus berhasil diungkap. Diantaranya, kasus perjudian dan prostitusi.

“Yang kita jadikan TO yaitu perjudian, miras, dan prostitusi. Polres telah melakukan pengungkapan 3 kasus perjudian dan 10 kasus miras,” ungkap Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono pada konfrensi pers, Senin (13/5) di Mako Polres Lombok Utara.

Ia menjelaskan, dari kasus perjuadian tim berhasil mengamankan sekitar 3 pelaku yang berasal dari Kecamatan Kayangan. Inisial ketiganya yakni; AA, JH, dan IN. Kemudian, untuk kasus miras di amankan sebanyak 18 orang dengan total dari keseluruhan kasus tersebut, pihaknya berhasil membekuk 21 orang dengan barang bukti yang cukup banyak.

“Judi ini didominasi oleh togel dan online, tersangka yang berhasil di amankan (operasi pekat gatarin) 21 orang 14 laki-laki sisanya 7 orang perempuan,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat yakni berupa belasan drum yang berisi miras tradisional, sejumlah miras yang dijual ilegal, alat perjudian, hingga uang transaksi maupun judi itu sendiri. Adapun saat ini, polisi tengah melakukan penyidikan guna pengembangan lebih lanjut terhadap 21 orang pelaku yang terciduk dalam operasi pekat.

“Saat ini sedang penyidikan mereka dikenakan pasal 303 ayat 1 junto pasal 303 tentang judi dan perda KLU No 11 tahun 2014 tentang pengendalian dan kawasan beralkohol,” bebernya.

Usai dilakukan penyidikan berkas keseluruhan pelaku nantinya akan dikirim ke pengadilan untuk persidangan. Selanjutnya, Polres Lombok Utara akan melakukan koordinasi guna mengajukan pemusnahan barang bukti. Mengingat barang bukti yang didapat kali ini cukup banyak.

“Untuk pemusnahan kita akan rencanakan karena harus izin ke pengadilan,” katanya.

Operasi yang digelar ini juga bertujuan guna menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah menjelang pun memasuki bulan suci ramadhan. Pasalnya diketahui selama ramdhan acapkali terjadi hal yang tidak di inginkan yang justru berujung pada kenyamanan beribadah masyarakat.

Baca Juga:

“Tentunya kegiatan operasi ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan kita harapkan dengan kegiatan operasi yang sudah kita jalankan masyarakat lakukan ibadah nyaman dan tertib,” tandasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here