Oknum Polisi Tampar Siswa Tak Pakai Helm, Warga Datangi Polres KLU
Foto: Anak yang ditampar temui polisi. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Puluhan warga Dusun Papak, Desa persiapan Segara Katon, Kecamatan Gangga mendatangi Polres Lombok Utara (Lotara), Senin (4/11). Mereka menginginkan penjelasan pihak Polisi atas dugaan penamparan yang dilakukan oknum satlantas setempat kepada warga yang merupakan siswa sekolah saat terjaring operasi kendaraan karena tak mengenakan helm.

Warga pun diterima dan memediasi pelaku dan pihak korban yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK., M.Hum., dengan mendengarkan kesaksian kedua belah pihak. Dari kesaksian keduanya Kapolres memberikan pilihan apakah kasus ini akan dilanjutkan atau tidak.

“Kalau memang ada anggota saya melakukan kesalahan, saya selaku Kapolres, mohon maaf. Hanya ini harus kita sama-sama pahami, karena di saat itu ada kata-kata menghina petugas, ada juga pelanggaran lalulintas, dan kalau kita berbicara penegakan hukum, saya rasa bisa saja kita lakukan penegakan hukum,” tukasnya.

Seperti diketahui kesalahpahaman tersebut bermula saat dua orang petugas Satlantas Polres Lombok Utara, hendak menuju Tanjung, Kamis (31/10) pagi untuk menjalankan tugas Operasi Gatarin di wilayah Tanjung. Sesampai di jembatan Lokok Bengkok, keduanya mendapati dua orang siswa, Tomi dan rekannya, menggunakan sepeda motor tanpa helm.

Petugas pun memberi peringatan kepada keduanya. Namun cara petugas memberi peringatan yang melempari korban dengan puntung rokok dari atas mobil patroli ternyata dianggap kurang santun hal inipun memicu adu mulut antar kedua belah pihak. Hingga muncul kata kotor dari siswa kepada petugas. Mendengar intimidasi itu, petugas pun menampar pelan siswa bernama Tomi hingga sedikit terdorong. Perselisihan singkat itu pun   menjadi tontonan warga sekitar sehingga kedua siswa itu tidak jadi dibawa ke Mapolres untuk rencana diedukasi.

Dan siswa bernama Tomi tidak jadi ke sekolah tetapi memilih pulang. Ia pun bercerita kepada keluarga dan rekan di Dusun Papak. Akibatnya, sebagian warga Papak tidak terima dan mendesak supaya oknum petugas Satlantas tersebut diproses. Warga mendatangi Mapolres Jumat sore, tetapi tidak tercapai kesepakatan damai. Setelahnya, warga melanjutkan dengan hearing yang melibatkan sekitar 30-an orang warga, Senin kemarin.

Mendengar arahan dari Kapolres semua pihak yang hadir sepakat untuk tidak melanjutkan dugaan intimidasi dan penamparan yang melibatkan keduanya.

Warga pun mengklarifikasi kedatangannya tidak untuk menuntut siapa yang salah dan benar. dikatakan warga, tujuan hearing adalah untuk memberi penegasan agar petugas harus melakukan tugasnya dengan santun.

Kepala Dusun Papak, Amrullah, S.HI., mengatakan jika dirinya sebagai aparat kewilayahan sudah melakukan mediasi di kalangan masyarakat. Kadus lebih dulu menyerap informasi dari siswa, hingga muncul pendapat warga untuk menggelar hearing.

“Alhamdulillah, tadi malam kita sudah mendengarkannya. Memang secara prosedural, anak ini bersalah karena tidak menggunakan helm. Kedua, mengeluarkan kata-kata kotor dan itu saya dengar langsung dari warga saya,” ujarnya.

Baca Juga:

Mendengar itu, Kapolres yang didampingi Kasat Lantas, Kabag OPS, serta jajaran mengambil kesimpulan untuk mendamaikan keduanya. Kapolres bahkan meminta Tomi dan Petugas, Siroj, berangkulan di depan semua yang hadir. Tomi bahkan diberikan kejutan oleh Kapolres dengan diberikan satu unit helm SNI. Usai itu, warga dan aparat bersalaman tanda persoalan selesai.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here