Obyek Wisata Tiga Gili Kembali Dibuka Juni
Foto: Pembangunan Dermaga Gili Trawang. (kanalntb.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Setelah lama ditutup guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana akan membuka kembali obyek wisata tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) Juni mendatang. Rencana dibukanya kembali obyek wisata yang terkenal di dunia itu setelah Pemkab bersama Pemerintah Provinsi NTB dan sejumlah pengusaha di tiga gili menyepakati obyek wisata tersebut dibuka dengan standar prosedur covid-19 yang ketat.

Bahkan, rencana dibukanya obyek wisata tidak hanya untuk tiga gili melainkan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan obyek wisata Sekotong Lombok Barat. Pasalnya, ketiga obyek wisata di NTB itu dinilai memilki akses yang mudah dipantau dan diawasi secara ketat.

Dalam rapat tersebut, Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Najmul Akhyar menawarkan kepada pengusaha untuk kembali membuka obyek pariwisata tiga gili. Tentunya, dengan prosedur covid yang ketat.

Bupati juga mengajak kades Tiga Gili maupun pengusaha bersama-sama membuka kembali tiga gili agar kedepannya tidak ada yang saling menyalahkan. Ia juga mengajak semua pihak berikhtiar dan berharap di Gili itu tidak ada kasus.

“Kita ikhtiarkan bersama. Dengan pemeriksaan yang baik semoga kita terhindarkan dari apa yang sama-sama di khawatirkan,”katanya.

Menurutnya, yang perlu diperhatikan itu tinggal bagaimana mengatur teknisnya saja dengan mengacu pada standar kesehatan. Pilihan-pilihan pemeriksaan itu apakah dilakukan dimana mereka berasal atau pemeriksaan dilakukan di daerah tujuan yang nantinya hasilnya menjadi rujukan masuk ke Tiga Gili.

Alternatif kedua, kata Najmul, menempatkan petugas di pintu masuk pelabuhan Bangsal Pemenang. Dan segera dibicarakan teknisnya dengan Dinas Kesehatan (Dikes). Atau dengan langkah ke tiga yakni menjadikan dua Puskesmas di Nipah dan Pemenang sebagai tempat pemerikaan sebelum wisatawan bersangkutan ke tiga Gili.

“Segala yang menjadi kekurangan seperti rapid test nanti dengan gubernur akan disampaikan,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ( GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa mengatakan, rencana dibukanya tiga Gili tentunya harus dengan kontrol yang ketat dan diperketat dengan penyiagaan dari petugas baik kepolisian maupun TNI.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan yakni sosialisasi mengkampanyekan bahwasanya obyek pariwisata tiga Gili sudah dibuka kembali. Selain itu bagaimana caranya supaya meyakinkan kepada wisatawan bahwa tiga Gili sudah bisa dikunjungi.

“Memberikan kepercayaan kepada dunia luar bahwa tiga Gili sudah normal kembali menjadi tugas masing-masing nantinya baik itu Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan pelaku wisata,”jelasnya.

Selanjutnya Gubernur NTB, H. Zulkiflimansyah menjelaskan, rencana tiga Gili menjadi bagian upaya membangun kembali sektor pariwisata meski tidak secara instan namun dibuka tentunya melalui standar covid. Tinggal teknisnya saja yang harus diperhatikan sesuai dengan SOP yang berlaku seperti melakukan pengecekan untuk wisatawan yang ingin masuk ke tiga Gili.

Menurutnya, jika wisatawan harus melakukan cek kesehatan di negara masing-masing akan ribet. Artinya, pengecekan kesehatan bagi wisatawan itu bisa dilakukan di daerah sebagai bentuk bahwa negara ada dan terasa.

“Sekarang itu kita hanya menyiapkan perangkatnya saja sesuai standar kesehatan kita. Menyiapkan tenaga maupun alatnya,” terangnya.

Ia berharap semua pihak untuk tidak terlalu paranoid dengan kondisi saat ini seolah-olah akan kiamat. Sekiranya ada ditemukan kasus secepat mungkin ditangani sehingga tidak berdampak.

“Kades jangan terlalu paranoid dengan situasi saat ini agar kita terbiasa. Jikalau sekiranya ada ditemukan maka secepatnya ditangani,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara, Vidi Ekakusuma membenarkan rencana dibukanya kembali obyek wisata tiga Gili dan akan ditindaklanjuti dengan teknis. Tahapan-tahapan awalnya obyek wisata tiga Gili dilakukan pembersihan dengan ditandai masuknya para pekerja terlebih dahulu. Kemudian dibuka untuk wisatawan dan syarat wisatawan yang bisa masuk sesuai SOP. Selanjutnya dari sisi pengusaha dengan mengatur jumlah kamar yang boleh dibuka. Misalnya 50 persen kamar saja dibuka di tahap awal nanti.

“Teknisnya Itu semua diatur, tahap awal ini dilakukan pembersihan terlebih dahulu,” tukasnya.


Baca Juga:


“Direncanakan akan kita buka awal bulan Juni mendatang dan yang akan dibuka itu tiga obyek wisata seperti tiga Gili, TNGR dan wisata Sekotong Lobar. Kenapa hanya tiga itu saja karena aksesnya dinilai terpantau dan kemungkinan untuk karantina masih bisa,”imbuhnya.


Penulis: Eza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here