Objektivitas
Foto Pinterest

Oleh: Yusuf Maulana (*)

Berdoa dan identifikasi orang beda iman sebetulnya area privat. Privat sebagai individu (doa) ataupun kelompok (kafir atau bukan). Area privat ini realita objektif yang sudah lama berlangsung di tengah kita tanpa ada gejolak.

Tugas para pejuang Islam, entah dalam pendekatan formal ataukah substansi, adalah memahami realita objektif tadi untuk diobjektivikasi. Satu proses meletakkan keyakinan area kelompok (agama) kita ke ruang publik tanpa ada satu hambatan atau keberatan psikologis hingga teologis dari kelompok (agama) lain. Maka, jadilah objektivikasi doa dari munajat sekadar bagi kelompok kita sekaligus menaungi hajat kelompok lain di negeri yang sama.

Kalaulah objektivikasi ini diperbuat dengan serius dan niat tulus, kecurigaan pihak mana pun akan berangsur kurang. Lain kalau kita memendam hasrat politik apalagi proyek yang dilirik. Rentan realita objektif mengalami subjektivikasi, sebagaimana kasus sematan label identitas iman disimpulkan gebyah uyah seolah berlaku umum dan pemakainya sudah begitu banyak lagi jamak.

Subjektivikasi akan mudah digeledah ketika pengusungnya inkonsisten memandang realita objektif. Semisal: peka dalam urusan istilah kafir tapi terus berjuang mereproduksi label pada kalangan lain (tak peduli seiman sekalipun).

Terima teringat Dr Kuntowijoyo berikut gagasan bernas objektivikasinya.

(*) Penulis Buku Pergerakan Islam

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here