Photo : Inilah penampakan Musala yang diunggah netizen @salahuddin Dae Ompu diakun facebooknya.

MATARAM, kanalntb.com – Bangunan musala DPRD NTB tiba-tiba menjadi viral di media sosial. Bukan soal bangunan atau aktivitas jamaahnya, tapi soal ada aktivitas lain yang tak berkaitan dengan fungsinya sebagai tempat ibadah. Eks musala tersebut kini berubah jadi kantin.

Tidak sedikit netizen yang mencibir perubahan fungsi bekas musala di halaman Kantor DPRD NTB ini. Bahkan, ada netizen yang menyayangkan penggunaannya menjadi kantin.

“Astagfirullah penjual dan pembeli buruk memakai tempat ibadah untuk jualan. Apalagi yang memberi izin itulah sumber keburukan akhlak,” ujar akun @shebo den mengomentari unggahan soal eks musala itu.

Kantin di musala ini diunggah salah akun @salahudin Dae oppu di laman Facebook-nya. Dalam akun pribadinya itu dia mengeluhkan kondisi bekas musala DPRD NTB itu. Dia juga memposting foto bekas musala DPRD NTB.

Saat dihubungi kanalntb.com, pemilik akun tersebut mengaku sangat miris. Padahal, sebelumnya musala tersebut dijadikan perpustakaan Islam, bukan kantin. “Bukan karena ada masjid di depan, kemudian musala itu boleh dialihfungsikan jadi kantin. Dirobohkan pun tidak bagus, apalagi ada sound system di dalamnya,” ungkapnya.

Keruan, postingan itu mendapat perhatian puluhan komentar netizen. Bahkan, akun @Mujiono menyampaikan rasa prihatinnya. “Kasihan ya anggota dewannya sampai-sampai gitu. Ya harap maklum aja, siapa yang gak tau dewan ya, moga kita dijauhkan dari apa yang diperbuat lainnya,” demikian isi komentar netizen.

Hingga kini, banyak netizen yang mengomentari unggahan Ompu itu. Bahkan, unggahan terus bertambah hingga mencapai 55 komentar dalam beberapa menit.

Terpisah, Sekretaris DPRD NTB H Mahdi kepada kanalntb.com memaparkan bahwa musala tersebut sudah tidak digunakan lagi setelah ada masjid di depan. Untuk tetap berfungsi, awalnya musala itu dijadikan ruang perpustakaan. Namun, setelah disurvei tidak representatif, diusulkan jadi kantin. “Itu sebenarnya usulan dari pegawai supaya dijadikan kantin saja karena musalanya tidak digunakan lagi,” paparnya.

Meski begitu, dia tidak menjelaskan apakah musala itu disewa untuk berbisnis atau digunakan dengan gratis. Yang jelas, alih fungsi musala itu menuai perhatian masyarakat. Sebab, tidak hanya kali ini DPRD NTB yang dipimpin politikus perempuan itu menuai hujatan. Sebelumnya, legislator dari Fraksi Gerindra H. Hamja menuai kritikan lantaran komentarnya di media. (k2)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here