Musda Golkar NTB,
Foto: Ketua DPD I Partai Golkar NTB HM Suhaili FT (kiri), Sekretaris DPD I Hj Isvie Rupaeda (tengah), Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram H Ahyar Abduh (kanan). (dok)

Mataram, KanalNTB.com – Musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar NTB menjelang pilkada 2020 diprediksi berlangsung menarik dan penuh intrik. Sinyalemen itu terlihat kental jika memperhatikan dukungan Golkar di dua wilayah Pilkada (Mataram dan Loteng, red.) yang diprediksi juga melibatkan pemimpin teras DPD I parpol beringin besutan Airlangga Hartarto. Tiga figur kekuatan yang dimaksud yakni antara Suhaili FT, Hj. Isvie Rupaida, dan Ahyar Abduh.

Namun dugaan sinyalemen ini buru buru dibantah Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB Hj Baiq Isvie Rupaedah dalam wawancara khusus dengan KanalNTB. Menurutnya bahwa Musda sama sekali bukan kepentingan pilkada.

“Bukan kepentingan politik, tidak ada itu,” bantahnya, Senin (11/02).

Namun bantahan perempuan nomor satu di DPRD NTB itu terlihat berlawanan dengan rutinitas Musda yang dilakukan oleh Partai besar sekelas Golkar yang biasa dilakukan sebelum enam bulan berakhir masa kepengurusan. Dan yang anehnya kepemimpinan Suhaili FT di Golkar berakhir pada 2020.

Sinyal ini menimbulkan pertanyaan apakah ada perang pengaruh untuk kepentingan politik jelang penentuan nama dukungan pada pilkada ?. Menurut Isvie Musda kali ini lebih cepat dilakukan karena adanya perubahan AD ART pasca Munas lalu.

“Ada perubahan AD ART penyesuaian dengan hasil Munas kemarin. Ini dilakukan serentak seluruh Indonesia,” tukasnya.

Apapun jawaban Isvie tentu akan diuji dengan arah amanat yang dihasilkan Musda. Sebagai Ketua Panitia Musda Golkar NTB yang digelar awal Maret mendatang Ketua DPRD tersebut belakangan kerap dihubung hubungkan dengan salah satu bakal calon wakil walikota Mataram, Baihaqi yang kebetulan menantunya akan bertarung dipilwali Mataram 2020. Apakah Musda ini akan menjadi ruang memberikan pengaruhnya untuk mulusnya jalan politik Baihaqi di Pilkada Mataram tentu patut ditunggu.

Begitu juga salah satu bakal calon wakil bupati di Pilkada Loteng, Ferdi, putra dari Ketua DPD I Partai Golkar, Suhaili FT yang diberitakan digandeng oleh Patahana Pathul Bahri untuk merebut Loteng 1 dan 2 di Pilbup mendatang. Sebagai politisi senior tentu Suhaili sudah berhitung dan amanat Musda sangat menentukan arah dukungan partai bagi figur yang hendak maju di Pilkada. Terlebih untuk kepentingan sang generasi penerus Golkar Loteng yang notabene putranya sendiri dan belakangan santer disebut sebut banyak dapat dukungan di Pilbup Loteng mendatang.

Sebagai tuan rumah Musda Golkar NTB di kota Mataram Walikota Mataram yang juga masih berstatus kader Golkar, H Ahyar Abduh masih berpeluang juga menjadi calon ketua DPD Golkar mengingat disamping itu putra sulungnya akan maju sebagai Calon Wakil Walikota yakni Badruttamam Ahda mendampingi mantan Sekda Kota Mataram, HL Makmur Said.

Kesempatan Musda pun diprediksi menjadi ajang penting bagi Walikota dua periode ini untuk memperkuat basis dukungan bagi putranya yang akan maju di Pilkada Mataram. Hal itu bisa digenggam dan dipenuhi jika bisa menunjukkan kekuatan di Musda dalam pemilihan Ketua Umum Golkar NTB.

Baca Juga:

Hanya catatan power Ahyar sepertinya sudah tidak sekuat sebelumnya, sebab sebagai kader Ahyar masih dicap tidak loyal pada partai akibat pernah maju pada pilgub 2018 lalu yang didukung partai luar Golkar. Tentu hal ini akan menjadi batu sandungan bagi Ahyar Abduh jika betul ada keinginan merebut Golkar I melalui Musda nanti.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here