MEMETIK INSPIRASI DI PENGHAYATAN PAGI
Foto: ist

Catatan: Cukup Wibowo


Apalah tubuh ini. Ia cuma jasad yang fana, lekas usai dimakan usia. Ia tak sekokoh pikiran menginginkannya. Ia akan mengalami perubahan dalam kepastian yang tak bisa dicegah. Pada kemenarikan atau ketidakmenarikan, pada kehebatan atau ketidakhebatan yang dihasilkannya, tak ada yang permanen, senantiasa berubah mengikuti kehendak waktu.

Berbeda halnya dengan pagi, ia adalah ketetatapan sebuah waktu yang harus kita lewati dalam keberadaannya yang tak pernah berubah. Pagi akan terus menjadi pagi. Pagi tak pernah berubah kecuali pada kisah yang dikandungnya. Kisah yang menyertakan kita. Seperti itulah kita dalam gambaran perjalanan waktu.

Di dalam perubahan yang terjadi, siapapun yang selalu siap tak akan pernah kaget. Lihat saja apa yang terjadi saat ini, Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) telah meluluhlantakkan segalanya. Dalam waktu tak lama tatanan kehidupan dibuatnya berubah. Mindset berubah. Culture-set juga berubah. Tak pernah kita bayangkan bila cara kita beribadah pun juga berubah. Itu terlihat di tivi, koran, majalah, ragam berita di internet, dan obrolan hari demi hari, hampir semuanya membahas Covid-19 beserta dampak yang ditimbulkannya tanpa terkecuali. Semua itu melintas seperti slide show, memenuhi benak tanpa kita bisa mencegahnya.

Sebelum datangnya Covid-19, kita pernah merasakan dahsyatnya ujian oleh gempa bumi yang terjadi di daerah kita. Saat pikiran berbenah untuk bisa keluar dari trauma yang diakibatkan oleh gempa bumi, ujian berikutnya menyusul. Apakah kita memiliki kesanggupan untuk menolak datangnya sebuah ujian yang langsung dari Tuhan? Tak satu pun dari kita akan menjawab sanggup. Tapi apakah semua kita sama dalam menyikapi musibah dan wabah seperti saat ini?

Kita memang tak akan pernah bisa sama dalam urusan ketika hati dan pikiran harus menjelaskan isinya. Dalam pilihan keputusan yang harus kita pilih, rasanya kebaikan dan keburukan tak seperti gambaran warna yang lugas tentang hitam dan putih yang begitu mudahnya untuk kita bedakan. Kita tahu konsekwensi dan implikasinya saat harus memilih mana yang seharusnya, tapi godaan di pikiran dan hati membuat yang tampak mudah terbukti sulit di prakteknya.

Dan bila kita menganggap pagi adalah inspirasi awal bagi perjalanan satu hari penuh kita dengan kandungan pesan yang kita tahu manfaat dan mudaratnya, maka tubuh ini memang harus diselaraskan agar tetap mengikuti pikiran baik. Karena pikiran baik adalah pedoman bagi tercapainya jawaban untuk semua harapan yang menyenangkan.

Selamat menghayati dan melakoni perjalanan hari ini. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk tetap berhimpun di golongan yang tak merugi memaknai hari (CW).

Kopajali-Mapak Indah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here