Melihat Lebih Dekat Komplek Makam Raja Selaparang, Kerajaan Islam Lombok
Foto: Komplek Makam Raja Selaparang. (KANALNTB.COM)

Oleh: Deki Zulkarnain (*)

Lombok Timur – Ba’da dzuhur Minggu, (7/7) kami sampai di tempat kompleks pemakamam kerajaan Selaparang. Beberapa peziarah nampak sudah berdatangan. Ada pula yang hendak pulang. Luas komplek pemakamam bisa dikatakan cukup luas. Jika disebutkan dengan area parkir dan tempat tinggal juru kunci makam, ini hampir 1 hektar.

Kemudian memasuki area makam kita dikenakan karcis masuk hanya dengan merogoh Rp 1000 rupiah saja. Ada setidaknya dua area pekarangan sebelum memasuki area makam utama. Yakni, pekarangan rumah juri kunci. Selanjutnnya, pekarangan makam di luar. Di sini ada beberapa Berugaq, (gazebo).

Sebelum memasuki area makam utama, peziarah tidak diperolehkan memakai alas kaki. Dari luar, sudah mulai nampak gerbang khas suku Sasak Lombok. Komplek makam sendiri dipugar full menggunakan batu alami hingga terlihat kokoh dan eksotis.

Di dalam area makam, nampak berjejer cukup rapi petilasan-petilasan raja, ulama, dan punggawa kerajaan. Bahkan ada juga dari utusan kerajaan nusantara lainnya.

Bapak Wiradana, juri kunci makam menyebutkan jumlah petilasan di area makam yakni berjumlah 27. Dimana disana ada makam Raja atau Datu Kerajaan Selaparang, yakni Raja bernama Raden Mas Panji Tilar Negara, dengan nama lainnya Dzulqarnain. Dimana Raden Mas Panji Tilar Negara Ini merupakan salah satu anak dari ulama Islam dari Timur Tengah yang bernama Gaus Abdurazak yang menyebarkan Islam di Gumi Sasak Lombok. Raja Selaparang atau Raja Zulqarnain, atau disebut juga Raja Rinjani inilah raja pertama kerajaan Selaparang.

Selain petilasan-petilasan tersebut, tambah bapak Wiradhana, ada juga petilasan dari patih Gajah Mada. Dimana petilasan dari patih Gajah Mada ini sendirinya berbentuk lingkaran. Ada juga batu terbelah konon akinat sabetan pedang.

Seperti makam-makam lainnya di Nusantara, cerita-cerita ghaib nan mistis juga menyelimuti makam Datu Selaparang. Banyak peziarah datang malam hari untuk melakukan ritual-ritual tertentu.

“Kalau rezekinya, nanti ada yang dapat sesuatulah,” lanjutnya.

Sementara itu, tiap hari di hari biasa jumlah pengunjung makam sampai berjumlah 500 pengunjung. Kalau di hari libur jumlahnya mencapai dua kali lipat.

Kisah tentang Datu Selaparang, atau kerajaan Islam Selaparang memang memiliki sejumlah versi. Yang pasti masyarakat suku Sasak Lombok sangat menghormati leluhurnya. Mereka bangga atas identitas kerajaan Islam Selaparang yang pernah tercatat sebagai kerajaan Islam yang cukup disegani di wilayah Indonesia Timur kala itu.

(*) Jurnalis KanalNTB.com

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here