Baiq Diyah Beri Sinyal Dukung MORE Maju di Pilwalkot Mataram
H. Mohan Roliskana dan Hj. Baiq Eva N.N. Parangan dalam suatu kegiatan sosial bersama PW NU NTB beberapa hari lalu.(dok. KANALNTB.COM)

MATARAM, KANALNTB.COM – Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, menunggu “Nasihat” Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djlalilah, untuk maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram 2020.

“Keinginan jadi pemimpin daerah itu ada, tetapi saya kan punya atasan. Saya akan maju apabila di izinkan pembina saya ASN di daerah yaitu pak gubernur dan ibu wakil gubernur,” ungkapnya, Jumat (12/07) dikonfirmasi kanalntb.com.

Eva juga mengakui akan berkomunikasi langsung dengan keluarga besar untuk meminta restu maju di pilwalkot.

“Saya juga tentu harus bicara dengan keluarga dulu. Bapak saya lombok barat, ibu lombok timur, dan saya sendiri dari masa kanak-kanak sampai sekarang tumbuh besar di mataram. Kalau direstui keluarga besar Bismillahirrohmanirrohi saya akan maju,” kata Baiq Eva Mantan Plt Bupati Lombok Barat juga Plt Sekda NTB ini.

Sebelumnya, Pengamat Politik UIN Mataram Agus, M. Si bila Pasangan MOhan Roliskana – baiq Eva (MORE) di Pilwalkot Mataram 2020 terwujud akan mendapatkan simpati baik dari pemilih milenial dan pemilih perempuan.

“Menurut saya ini akan mendapatkan simpati baik dari pemilih mileneal dan pemilih perempuan, karena performa keduanya secara fisik menarik,” ungkapnya.

Menurut agus, hal pertama yang dibutuhkan oleh publik kota mataram saat ini adalah agenda perubahan karena kedepan kota mataram punya banyak tantangan. Dengan munculnya KEK Mandalika dan Global hub di KLU, pilihan investasi bukan lagi ke mataram tapi ke Lombok Tengah loteng dan Lombok Utara.

“Kalau calon walikota tidak inovatif hanya menjual performa dan cari citra jangka pendek. Pilwalikot mataram 2020 ini menjadi tidak bermakna,” ungkapnya.

Kedua calon walikota dan wakil walikota tidak boleh memberi cek kosong pada publik sebagai pemilik kedaulatan. Maka siapapun berpasangan dengan siapa kita minta gagasan, pikiran, visi dan program mereka.

Sekarang ini kata Agus, publik sudah kritis dalam memberikan suaranya. Mereka sudah pandai membuat evaluasi. Atas kecerdasan publik ini, maka mereka tidak bisa dipengaruhi hanya oleh performa fisik saja.

Baca Juga:

“Kesimpulan saya bisa saja MOhan Roliskana dan Eva (MORE) berpeluang jika mereka mampu meyakinkan publik dengan gagasannya,” tegasnya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here