Lombok Timur Menuju Zona Integritas Menuju WBK/WBBM
Foto: Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy bersama Aparat Penegak Hukum dan Forkopimda dalam MoU Zona Integritas. (kanalntb.com)

LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Dalam rangka membangun Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) beserta Kepolisian Resort Lotim, Kejaksaan Negeri Lotim, Pengadilan Negeri Selong, Pengadilan Agama Selong, dan Kantor Badan Pertanahan Lotim, menggelar Pencanangan dan Penandatanganan Zona Integritas.

Hal ini merupakan bentuk publikasi yang memberikan pesan bahwa, pimpinan dan jajarannya sepakat berkomitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui birokrasi, khususnya pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Acara yang digelar di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (19/2) ini dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Agama NTB, Forkopimda beserta jajarannya, Ketua Pengadilan Agama selong beserta jajarannya, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur beserta jajarannya, Ketua KAI DPC Lombok Timur, Ketua MUI, Tokoh masyarakat (Drs. H. Ali Fikri,MA) dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga:

Dalam acara ini juga dibacakan Ikrar oleh Bupati Lotim, diikuti Kapolres Lotim, Kepala Kejaksaan Negeri Lotim, Ketua Pengadilan Negeri Selong, Ketua Pengadilan Agama Selong dan Kepala BPN Lotim, H dan dilanjutkan dengan Penandatanganan Zona Integritas serta Penandatanganan Kesepakatan bersama, dibidang perdata dan Tata Usaha Negara.

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy dalam sambutannya menyampaikan Ucapan terima kasih atas kehadiran Ketua Pengadilan Tinggi Agama NTB dan tamu undangan lainnya. Ada dua Substansi yang menonjol dalam acara ini, yaitu Pertama pencanangan terbagi menjadi 2 yakni pencanangan Zone integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan pemcanangan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM)

Sedangkan substansi kedua yaitu, Penandatangan kesepakatan Pemda Lotim dan BPN Lotim, dengan Kejaksaan Negeri bidang perdata dan Tata Usaha Negara.
Sukiman megatakan, paling tidak ada 3 kata substansi yang perlu diresapi bersama.

“Yaitu pertama kata-kata Integritas adalah kualitas kejujuran dan prinsip moral dalam diri seseorang yang dilakukan secara konsisten, dalam kehidupanya secara menyeluruh baik kata maupun perbuatannya. Seseorang dianggap berintegrasi minimal ada 7 hal yaitu perlu di ingat, yakni Jujur dapat dipercaya, Memiliki konsistensi dan meralisasikan kata jujur, bertanggung jawab, menepati ucapan, setia, menghargai waktu dan memiliki prinsip dalam menjalani kehidupannya,” ungap Sukiman.

Selanjutnya yang ke dua, kata-kata Bersih mengadung arti bebas dari kotoran, tidak keruh dan tidak ternoda. Dalam kaedah agama Islam adalah upaya manusia untuk memelihara diri dari segala hal yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman, karna itulah dijelaskan dalam hadist Nabi “yaitu kebersihan merupakan sebagian dari Islam.”

Lotim sendiri, masih dalam pembenahan dalam aspek pemerintahan. Data yang ada di Inspektorat, 81,56 persen temuan BPK telah ditindaklanjuti dan 43,12 persen temuan Inspektorat yang telah ditindaklanjuti. Demikian juga dengan kepatuhan ASN yang wajib menyerahkan LHKPN, hanya berjumlah 42,35 persen dari 328 orang yang wajib lapor.

Kedepan Sukiman berharap dengan 2 kali mendapatkan WTP, seluruh jajaran Pemerintahan di Kabupaten Lombok Timur agar lebih meningkatkan kinerja dan kepatuhan sebagai upaya memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel serta bersih dari KKN, ungkap Sukiman mengakhiri sambutannya.

Sementara itu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi NTB, Dr. Drs. H. Ahmad Fadlil Sumadi, M. Hum dalam kata sambutanya menyampaikan, hal ini merupakan langkah awal dan kerjasama yang baik, karena inti dari kegiatan pencanganan WBK dan WBBM ini adalah untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dikatakannya, ada 5 langkah menurut Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI untuk tidak ternoda. Dalam kaedah agama Islam adalah upaya manusia untuk memelihara diri dari segala hal yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman, karena itulah dijelaskan dalam hadist Nabi “yaitu kebersihan merupakan sebagian dari Islam.”

Lotim sendiri, masih dalam pembenahan dalam aspek pemerintahan. Data yang ada di Inspektorat, 81,56 persen temuan BPK telah ditindaklanjuti dan 43,12 persen temuan Inspektorat yang telah ditindaklanjuti. Demikian juga dengan kepatuhan ASN yang wajib menyerahkan LHKPN, hanya berjumlah 42,35 persen dari 328 orang yang wajib lapor.

Kedepan Sukiman berharap dengan 2 kali mendapatkan WTP, seluruh jajaran Pemerintahan di Kabupaten Lombok Timur agar lebih meningkatkan kinerja dan kepatuhan sebagai upaya memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel serta bersih dari KKN, ungkap Sukiman mengakhiri sambutannya.

Sementara itu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi NTB, Dr. Drs. H. Ahmad Fadlil Sumadi, M. Hum dalam kata sambutanya menyampaikan, hal ini merupakan langkah awal dan kerjasama yang baik, karena inti dari kegiatan pencanganan WBK dan WBBM ini adalah untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dikatakannya, ada 5 langkah menurut Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI untuk mencapai WBK diantaranya yaitu sebagai berikut: Pencanangan yang action nya berupa penandatangan fakta integritas oleh seluruh pegawai. Pembangunan Zona Integritas. Membentuk tim penilai internal dimana tim tersebut melakukan penilaian kemudian melaporkan ke pimpinan, setelah itu di usulkan kepada MenPan RB. Zona integritas adalah penghargaan dari Menpan RB kepada institusi karena telah berkomitmen untuk membentuk WBK dan WBBM. Indonesia merupakan negara yang didirikan oleh rakyat, diselenggarakan oleh rakyat dan bertujuan oleh rakyat. Substansi dalam WBK adalah pelayanan terbaik.

“Semoga dengan rencana yang mulia ini bisa menjadikan Aparatur Negara lebih disiplin dan Konsekuen dalam bertugas melayani masyarakat,” jelasnya. (dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here