LKPK NTB Siap Dampingi Kasus Adam Sampai Ke Meja Hijau
Foto: Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar (kiri), Pemerhati Sosial Adam (tengah), Direktur Pengawas Teritorial LKPK NTB H Junaedi (kanan). (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Nusa Tenggata Barat (NTB) mengaku siap mendamping kasus Tarpiin Adam sampai ke pengadilan (Meja Hijau). Hal itu terkait laporan Bupati Lombok Utara (KLU) Dr H Najmul Akhyar ke Polda NTB atas salah satu akun di facebook yang diduga melanggar UU ITE.

“Kami LKPK NTB tidak akan tinggal diam terhadap kasus rekan sesama penggiat anti korupsi. Kami juga siap mengawal kasus Adam dan memberikan dukungan ketika kasus ini berlanjut keproses persidangan, bahkan kami pun siap menerjunkan anggota apabila ingin melakukan aksi damai untuk memberikan support moril kepada sesama penggiat sosial dan penggiat anti korupsi,” ungkap Direktur Pengawas Teritorial LKPK NTB H Junaedi kepada wartawan, Sabtu (30/3).

Sementara itu, Wadirwaster LKPK NTB Sahril, SH. mengaku sangat menyayangkan sikap Bupati yang melaporkan warganya ke Polda NTB. Menurutnya, Bupati selaku pelayan publik harusnya memahami kondisi warganya yang sedang terdampak sebagai korban Gempa.

Bupati tidak mesti menanggapi sensitif postingan di akun facebook tersebut. Sebagai pelayan publik Najmul harusnya berjiwa besar untuk menerima saran atau kritik bahkan cacian sekalipun dari masyarakatnya. Hal itu tentu sebagai bentuk ujian dirinya sebagai seorang pemimpin dan terlebih bigron Bupati yang merupakan seorang ulama’ besar di KLU.

“Sebagai Umara’ mestinya pak bupati tidak terpengaruh dengan bahasa-bahasa yang tidak berdampak pada pemerintahan maupun kepada masyarakatnya. Kan persoalan itu masih bisa diklarifikasi atau diselesaikan secara kekeluargaan, tidak mesti melalui jalur hukum, mengingat yang dilaporkan tersebut merupakan mitra pemerintah untuk membantu persoalan masyarakat di KLU,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini akan menjadi preseden buruk bagi seorang bupati yang anti kritik sehingga, masyarakat tidak akan berani lagi menyampaikan aspirasinya baik melalui media sosial maupun secara langsung.

“Kok bupati sedikit-sedikit sensitif terhadap saran, kritik yang konstruktif. Tidak ada yang berlebihan menurut saya, baik ketika Bupati berbicara sebagai pejabat publik maupun sebagai pribadi. Kan itu sifatnya himbauan atau masukan kepada seorang Bupati dan itu sah-sah saja,” katanya.

Terpisah Tarpiin Adam yang dihubungi via telepon, Minggu (31/3) mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah dari teman-teman yang ingin mendukung dan mengawal kasusnya ini. pihaknya juga mengaku sangat terharu terhadap kekompakan teman-teman penggiat misi kemanusiaan dan anti korupsi yang begitu antusias ingin membantu.

“Langkah Pak Bupati melaporkan saya baik atas nama pribadinya maupun jabatannya saya sangat hargai. Sebagai warga negara yang baik kita harus taat hukum dan saya siap menerima konsekuensinya jika postingan saya itu ada unsur pidananya. Saya juga yakin apa yang saya lakukan itu tidak ada unsur pidananya,” tandasnya.

Baca Juga:

Adam juga bercerita, sebagai pendukung beliau sewaktu pak bupati masih menjadi calon bupati pihaknya sudah berpesan apabila suatu saat nanti bapak diridoi terpilih menjadi bupati maka dirinya adalah orang yang pertama akan mengkritik dan memberikan saran ketika beliau salah melangkah dalam menentukan kebijakan maupun pelayanan terhadap masyarakat.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here