Bupati TGH Najmul Akhyar dan Wabup Syarifudin KLU ikuti pawai budaya lebaran ketupat. (Foto: ist)

LOMBOK UTARA,KANALNTB.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menyelenggarakan pawai budaya lebaran ketupat, Jumat (22/6).

Acara yang dipusatkan di Pantai Sedayu, Desa Gondang, Kecamatan Gangga itu bertujuan untuk melestarikan budaya lebaran ketupat yang selulu di rayakan masyarakat NTB setiap tahunya.

Penyelenggaraan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebulumnya yakni kegiatan di lansungkan pada pukul 14.00 Wita, sementara tahun lalu dilaksanakan pada pagi hari, namun pergelaran yang di ikuti oleh perwakilan masing-masing kecamatan itu berlansung sangat meriah.

Kepala Disbudpar KLU H. Muhammad menyampaikan, penyelenggaraan lebaran topat yang diadakan tiap tahun sudah menjadi agenda kalender pariwisata pada bidang tradisi.

Lokasi penyelenggaraan juga diadakan secara bergiliran di masing-masing kecamatan dengan menentukan titik pantai.

“Tahun lalu kita adakan di Kecamatan Kayangan, maka tahun ini diadakan di adakan di adakan di kecamatan gangga, apalgi pantai sedayu juga sudah di tetapkan sebagai salah satu destinasi wisata di KLU,”katanya.

Selain mengikuti acara di sini, Penyelenggaran lebaran ketupat juga berlangsung di masing-masing kecamatan, dan diramaikan para pengunjung lokal.

“Ada banyak kawasan objek wisata yang padat dikunjungi seperti kawasan Nipah Kecamatan Pemenang, Kawasan Tembobor Kecamatan Tanjung, Kawasan Pantai Muara Kecamatan Kayangan dan masih banyak lagi,”bebernya.

Menurutnya, jika diprediksi angka kunjungan wisatawan di satu objek saja bisa mencapai ribuan orang, namun jika di totalkan keseluruhannya dapat dapat menembus 150 ribu kunjungan lokal.

“Kalau tiga gili juga tetap ramai dengan kunjungan wisatawan asing,” terangnya.

Sementara itu, Bupati KLU H. Najmul Akhyar mengatakan, pesta rakyat lebaran ketupat yang diadakan ini bermakna ritualitas dan religitas setelah melaksanakan puasa enam hari pada bulan Syawal.

Selain itu, penyelenggaran lebaran ketupat merupakan khazanah wisata budaya yang mampu memikat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Berbagai objek wisata ramai dikunjungi wisatawan, untuk itu mari kita tetap melestarikan kegiatan ini sebagai budaya tahunan, oleh sebab itu kita berharap semoga tahun berikutnya bisa lebih meriah,” tandasnya. (Eza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here