Hasrat Setara
Yusuf Maulana, Penulis Buku Gerakan Islam. (Foto: kanalntb.com/dok.pribadi)

Oleh: Yusuf Maulana (*)

Benar kata Anis Matta bahwa al-Banna memang tidak sempat menyelesaikan seluruh agenda kebangkitannya. “Tapi ia telah memulainya dengan benar, dan menyelesaikan beberapa tahapannya. Namun, kader-kadernya mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah kepergian al-Banna.”

“Menurut saya,” tulis Anis Matta dalam Sabili No. 01 25 Juli 2002/14 Jumadil Awal 1423, ”inilah fenomena paling unik dari Ikhwan. Sebagian organisasi Islam mati bersama matinya para pemimpinnya. Tapi tidak bagi Ikhwan. Walaupun al-Banna adalah legenda, sebuah organisasi harus tetap dikelola dengan sistem. Ia telah merancang sistem itu. Dan sistem itu kini bekerja, bahkan setelah ia syahid.”

Dalam naungan kebesaran pengasas gerakan, tentu saja tidak cukup hanya membawa sejarah tapi tidak disertai dengan pembacaan dan pembumian langkah. Pendekatan tradisional dalam model harakah Ikhwan di sini, sudah semestinya diperbarui. Bukan konten keislamannya itu sendiri. Model pendekatan yang inkonsisten, keras bersikap, mudah menuding, mestilah dijauhi. Corak-corak yang lebih moderat harus dipraktikkan sebagaimana keteladanan dalam riwayat al-Banna.

Pada titik inilah, upaya untuk menuju arah baru gerakan dakwah amat tidak memadai bila hanya soal urusan kesumat dan persaingan dengan sesama al-akh di tempat berbeda. Akan tetapi, semestinya, ini tentang bagaimana kita mengubah cara memikirkan dan menjalankan dakwah. []

“Ikhwan di Tengah Kita”, dalam Berjamaah (lagi) walau Tak Serumah hlm 96.

(*) Penulis Buku Pergerakan Islam

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here