Lebih Sibuk Urus Politik, Dr Zul Diminta Fokus di Pelayanan Publik
Foto: Pengamat Politik dari UIN Mataram Agus, M.Si (kanan), Manufer Gubernur NTB Zulkieflimansyah bertemu elit parpol di pendopo (kiri bawah), Selfi Dr Zul ditumpukan sampah dimataram (kiri atas). (dok)

Mataram, KanalNTB.com – Manuver gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah akhir akhir ini lebih banyak dinilai politis. Dari mulai mengurus persoalan sampah dengan gaya upload di medsos yang dinilai hanya menyudutkan kualitas pemimpin kota Mataram menjelang Pilkada 2020 hingga pertemuannya dengan dua elit Parpol PDI dan Gerindra dalam sepekan terakhir guna menyiapkan koalisi menghadapi event politik di NTB.

Aksi sibuk gubernur NTB yang juga ketua pemenangan PKS dalam Pilkada 2020 akhir akhir ini dinilai mencerminkan pemimpin yang mementingkan urusan politik dibanding sebagai pelayan publik.

Sebagaimana dikatakan pengamat Politik dari UIN Mataram Agus,M.Si yang menilai langkah yang dilakukan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dengan mempertontonkan manuver politik bertemu dengan elit parpol jelang pilkada 2020 dan terakhir mengundang untuk jamuan makan malam di pendopo terlalu kelihatan lebih banyak berpolitik dan lupa bahwa sekarang dirinya masih menjadi Gubernur NTB. Harusnya seorang gubernur lebih fokus pada persoalan pelayanan publik.

“Saya ingatkan pada Dr.Zul bahwa posisi beliau juga sebagai Gubernur. Maka sebagai Gubernur sebaiknya fokus pada urusan kebijakan publik dan pelayanan publik, jangan terlalu sibuk ngurus politik partai,” kritiknya

Mengenai manufernya tersebut menurut Agus belum bisa dikatakan final. Sebab proses pencalonan masih terbilang cukup lama.

“Saya kira ini sedang saling merayu belum sampai saling pinang. Tahapan pencalonan bagi paslon dari partai masih cukup waktu untuk mereka melakukan komunikasi politik. Dan saya membaca komunikasi politik yang mereka lakukan masih tahap penjajakan,” ungkapnya.

Agus juga menyebut Ada banyak yang mereka harus hitung, misalnya elektabilitas, pendanaan politik, rekomendasi DPP partai masing-masing, dan lain-lain.

Baca Juga:

“Kita tentu masih ingat ketika pemilihan walikota 2015, Dr.Rosyadi tidak jadi didaftarkan oleh partai setelah 15 menit sebelum penutupan pendaftaran oleh KPU Kota Mataram. Maka belajar dari situ urusan pilkada kota Mataram ini sangat dinamis,” ungkapnya.

(pur)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here