Komisi III DPRD NTB : Perusda GNE Dievaluasi karena Banyak Hutang
Foto: Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi. (KanalNTB.com)

Mataram, KanalNTB.com – Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi menuding kepengurusan GNE sebelumnya banyak meninggalkan hutang berupa pajak sehingga deviden tidak bisa dibayarkan. Karena itu Komisi V mengambil langkah mengevaluasi bentuk usaha apa saja yang dilakukan untuk menambah PAD bagi daerah.

“Mereka ada beban pajak harus tanggung, ada utang beban pajak pengurus manajemen sebelumnya yang harus diselesaikan dan segala macam sehingga devidennya enggak bisa dipenuhi sesuai target,” ungkap Sambirang.

Adapun target tahun 2020 belum diterima, karena masih menunggu laporan Bapenda pada rapat mendatang.

“Kalau untuk target 2020 ini berapa saya lihat  angkanya besok di Bapenda. Targetnya  yang tahun 2019 kemarin aja gak terpenuhi,” tegasnya.

Komisi IIi akan mengevaluasi GNE sebagai perusahaan milik daerah tentang kesehatan lembaganya kesehatan usahanya  dan kesehatan produksinya.

“Sehingga memungkinkan tidak GNE ini betul-betul menjadi salah satu lembaga penyumbang pendapatan daerah karena dia diberikan kuasa untuk mengelola kekayaan daerah nanti itu yang kita evaluasi,” pangkasnya.

Jadi orientasi rapat  dalam rangka mengantisipasi apakah target pendapatan di tahun 2020 sebagai yang sudah diputuskan oleh DPRD sebelumnya itu bisa tercapai atau tidak.

“Kita mesti evaluasi pintu pintu masuk pendapatan kita ini selain dari dana perimbangan dari pendapatan asli daerah dan itu pintu masuknya salah satunya melalui GNE nah tujuan dapat ini jadi mengantisipasi capaian capaian pendapatan kita 2020 sekarang ini bisa kita capai atau tidak” ungkapnya.

Di tahun 2019  ada realisasi pendapatan yang tidak tercapai ini akan menjadi evaluasi bersama Bapenda.

Baca Juga:

“Salah satu bagaimana mengoptimalkan pintu masuk pintu masuk pendapatan itu salah satunya kan GNE. Jadi kita belum evaluasi apa usaha usahanya rencana rencana nanti kita lihat apa istilahnya usaha usaha yang akan dilakukan itu kelayakannya dan segala macam sesuai situasi saat ini. Apakah itu memungkinkan bisa menguntungkan GNE dan juga memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah atau tidak,” tegasnya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here