Ketua DPRD Didi Sumardi: Mudjitahid Figur Pekerja Keras, Inovatif dan Merakyat
Foto: Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi (kiri), Almarhum Mantan Walikota Mataram H Lalu Mudjitahid (kanan). (dok)

MATARAM, KanalNTB.com — Mantan Walikota Mataram, Drs H Lalu Mudjitahid menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu  (1/08). Kepergian pria bertubuh jangkung itu pun menyisakan duka mendalam.

Sederet tokoh ternama ramai mendatangi rumah duka almarhum yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani Nomor 3 Selagalas Kota Mataram.

Tanpa kecuali Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi, beserta jajaran tak ketinggalan datang untuk bertakziyah begitu mendapat kabar duka tersebut.

Dia pun mengenang sosok Mudjitahid sebagai seorang pemimpin pekerja keras, kreatif, inovatif, merakyat dan bersahaja.

“Menjadi teladan tidak hanya bagi kalangan pemerintahan tapi juga seluruh masyarakat,” katanya pada KanalNTBcom.

Menurutnya, sosok almarhum telah menjadi salah satu pemimpin yang berlatar belakang aktivis yang sangat sukses. Bahkan bisa dikatakan keseluruhan dari pikiran, ucapan dan tindakan beliau baik saat menjadi Walikota administratif Mataram dan Lombok Barat waktu itu bisa menjadi contoh tidak hanya bagi masyarakat waktu beliau memimpin namun juga bagi generasi saat ini dan mendatang.

“Sulit mencari figur pemimpin seperti beliau,” akunya.

Sosok Mudjitahid, kata Didi memiliki konsistensi tinggi antara ucapan dan tindakannya sehingga ketaatan atau kesholehannya tidak hanya menjadi ciri akhlaknya namun juga memberikan kenyamanan dan pengayoman bagi masyarakat khususnya Lombok Barat yang heterogen yang waktu itu Kota Mataram masih menjadi bagian dari Lombok Barat.

“Beliau tidak saja dalam kepemimpinannya selalu berpegang pada syari’at Islam tapi juga nilai budaya khususnya sasak. Inspirasi dan nuansa religiusitas dan nilai-nilai budaya sangat kental dalam warna kepemimpinan beliau,” ungkapnya.

Semasa hidup Mudjitahid dikenal memiliki Ide dan karya besar yang beliau lahirkan itu bertumpu pada nilai dan semangat keberagamaan dan berbudaya (sasak) seperti gerakan Jum’at bersih yang waktu itu dijadikan menjadi model gerakan nasional, pembangunan partisipatif dan kolaboratif antara pemda dengan masyarakat. Juga menjadi rule model secara nasional melalui gerakan manunggal Patut Patuh Patju atau dikenal dengan OM TRIPAT  (tri=three).

Disamping itu yang fenomenal adalah gerakan perang terhadap maling (pencuri) sebagai bentuk menciptakan stabilitas ketertiban dan keamanan di wilayah Lombok Barat sehingga Lombok Barat waktu itu sangat aman dan menjadi modal yang sangat besar untuk membangun ekonomi masyarakat dari semua aspek sehingga kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat pesat ditandai dengan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan angka partisipasi pada sektor pendidikan

“Itulah diantara catatan penting saya yang pada waktu itu saya masih menjadi mahasiswa yang juga cukup intensif berinteraksi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan Lombok Barat,” terangnya.

Sementara itu, Pukul 08.00 Wita dimulai Sholat Jenazah di Masjid Hidayatul Mukhtar Kuripan Lombok Barat. Pukul 10.00 Wita Pemakaman di Makam Keluarga Desa Kuripan Lombok Barat.


Baca Juga:


Rangkaian pemakaman dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan, physical/social distancing.


Penulis: Pur ; Editor: hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here