Miris !! Polisi Mencatat Anak Dibawah Umur Dominasi Pelanggar Lalin di KLU
Foto: Kapolres Lotara, AKBP. Herman Suriyono, SIK (dua kanan). (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Satreskrim Polres Lombok Utara berhasil menangkap dua orang pelaku yang diduga memproduksi uang palsu (Upal) untuk kemudian mengedarkan di wilayah Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kedua pelaku masing-masing berinisial S dan M merupakan warga Kecamatan Bayan. Keduanya kini ditahan di Polres Lombok Utara bersama sejumlah barang bukti lainnya.

“Di bulan September ini kita berhasil mengungkap beberapa kasus yang salah satunya merupakan kasus dugaan upal sekaligus memproduksi upal di wilayah Bayan,”ungkap Kapolres Lotara, AKBP. Herman Suriyono, SIK., saat menggelar press konfrence, Kamis (5/9).

Dikatakannya, kedua pelaku berhasil dibekuk berkat keaktifan masyarakat melaporkan kejadian kepada kepolisian. Bahkan, uang palsu yang sudah diproduksi sudah sempat dibelanjakan.

“Modus mereka menggunakan uang palsu yang sudah dicetaknya itu pada malam hari. Demikian itu dilakukan untuk menghindari kecurigaan dan mengecoh korban,” terangnya.

Menurut Herman, dari keterangan kedua pelaku, mereka awalnya hanya coba-coba memproduksi. Pasalnya, mereka hanya berbekal mesin printer dan kertas biasa.

“Kami berhasil sita lima lembar upal dalam bentuk pecahan Rp. 50.000 dan satu lembar pecahan Rp. 100.000,” katanya.

“Akibat perbuatannya, kedua pelaku melanggar pasal 26 ayat 1 UU No 1 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia (BI), Iwan menjelaskan, dalam kasus upal masyarakat kerap tertipu karena sekilas tampak keasliannya. Namun, dalam setiap sosialisasi selalu ditekankan kepada masyarakat untuk memperhatikan 3D yakni Dilihat, Diraba kemudian Ditrawang.

Menurutnya, tidak sembarang mencetak uang karena negara sudah mengaturnya. Jangankan memproduksinya, sekedar menguasai upal saja sudah ada pidananya. Karena uang merupakan simbol negara yang tidak sesiapapun boleh memproduksinya.

Baca Juga:

“Jika ingin mengetahui upal cukup dengan 3D itu saja. Namun, pelaku pun tidak kekurangan akal. Mereka kerap mengedarkan upal itu pada malam hari sehingga untuk mengelabui masyarakat lebih mudah,” tandasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here