Kepala Dinas DLHPKP KLU : 80 Persen Sampah di NTB Belum Bisa Ditangani
Foto: Besih bersih pantai sire dari sampah di KLU. (KanalNTB.com)

Lombok Utara, KanalNTB.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) M. Zaldy Rahardian menjelaskan, di NTB sendiri volume sampah tercatat sebanyak 3.338 ton perhari. Dari banyaknya volume sampah tersebut yang berhasil dikumpulkan dan masuk ke TPA hanya 651 ton, dan yang berhasil didaur ulang itu hanya 51 ton, ini artinya 80 persen sampah di NTB itu belum bisa ditangani.

“Sampah yang banyak ini paling banyak disumbang dari sampah domestik atau dari rumah tangga. Jadi persoalan sampah ini adalah tugas kita bersama khususnya masyarakat kita di KLU, tanpa kesadaran dari masyarakat persoalan sampah ini akan sangat sulit diselesaikan,” jelasnya saat menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Sire, Kecamatan Tanjung dalam rangka memperingati hari World Clean up Day yang jatuh pada 19 Desember 2020 kemarin.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Cq, Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) melakukan aksi bersih bersih bersama puluhan komunitas peduli lingkungan di kawasan Pantai Sire.

Zaldy Rahardian mengatakan, World Clean up Day Ini sebagai bentuk aksi masyarakat peduli sampah di seluruh dunia. Hampir 13 juta orang turun untuk melakukan aksi ini dan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini merupakan bentuk aksi Zero Waste yang sejalan dengan program Gubernur.

“Kenapa kita peringati World Clean up Day ini di tanggal 21 karena, tanggal ini sangat bersejarah bagi KLU,” ungkapnya pada wartawan usai menggelar aksi bersih-bersih, Senin (21/9).

Lebih lanjut Zaldy menegaskan, persolan sampah sekali lagi merupakan tanggung jawab bersama. maka dari itu, sangat penting untuk terus berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, Zaldy bahkan mencontohkan seperti yang terjadi di pintu masuk KLU, masih banyak terlihat tumpukan-tumpukan sampah meski dari dinas sendiri sudah beberapa kali membersihkan.


Baca Juga:


“Kalau pintu masuk saja seperti itu bagaimana kita ingin menjual KLU ini, padahal KLU ini merupakan kabupaten yang memang fokus PAD nya itu bersumber dari Pariwisata, jika sampah-sampah saja berserakan tidak enak dilihat dan baunya sudah tidak sedap bagaimana kita ingin mendatangkan wisatawan dari luar,” tandasnya.


Penulis: Eza

Editor: hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here