Kebakaran Senaru Rinjani Makin Meluas, Pemprov Diminta Kirim Helikopter Bikin Hujan Buatan
Foto: Anggota DPRD NTB dapil Lombok Timur TGH Dr Hazmi Hamzar. (KanalNTB.com)

Mataram, KanalNTB.com – Anggota DPRD NTB daerah Pemilihan Lombok Timur TGH Dr Hazmi Hamzar meminta Pemerintah Daerah segera mengirimkan Helikopter untuk meredam kebakaran hutan di Senaru Gunung rinjani agar tidak terus meluas akibat kekeringan beberapa bulan terakhir ini.

“Opsinya pakai hujan buatan kita ada helikopter dan hutan kita tidak seluas di luar daerah. Jadi artinya sekarang ini harus berani kita lakukan,” tegasnya.

Hazmi juga menyarankan untuk jangka panjang agar memberdayakan masyarakat lingkar hutan rinjani untuk mengantisipasi ancaman kebakaran seperti sekarang ini.

“Saya berharap dari dulu pemberdayaan masyarakat sekitar gunung itu kunci kalau kita mau selamatkan gunung itu. Hutan kita selamat apabila kita bisa menyelamatkan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Dia menambakan jangan sampai masyarakat menjamah hutan. Bagaimana caranya tadi yakni dengan memberdayakannya.

“Dia butuh tanah, dia butuh sapi dia butuh apa yang dimau. Sejahterakan masyarakat di sekitar itu ini kan sudah terjadi. Sekarang bagaimana caranya padamkan kan saya tidak bisa berbuat apa apa masa pakai alis opsinya ada air hujan biasanya kan ada hujan buatan helikopter dan hutan kita tidak selalu pasukan di luar daerah kita jadi artinya sekarang ini siap harus berani kita lakukan itu.

Hazmi juga menyebut bahwa Rinjani juga sudah dalam pengawasan nasional setelah ditetapkan menjadi Geopark Dunia.

“Bukan punya kita sekarang tapi dunia. Rinjani ini tidak lagi minta pemda saja artinya tanggung jawab bersama secara nasional, mari kita tunjukkan kita serius,” ajaknya.

Hazmi juga mendesak supaya jadi perhatian bahwa persoalan persoalan hutan yang terjadi di daerah lain itu pasti akan menampar daerah kita.

Hazmi menyebut bahwa kebakaran ini bukan menjadi barang baru di NTB apabila terjadi kemarau yang panjang.

Baca Juga:

“Kalau terjadi bencana di daerah kita hanya penonton tidak mau mempelajari penyebabnya itu. Padahal apa bedanya hutan di sana dengan dengan disini apa bedanya di sana dengan sini persoalan sama jadi artinya kalau di sana itu penyebabnya kita sudah tahu. Kita berusaha paling tidak di sini kewaspadaan kita bahwa itu bisa terjadi di mana saja termasuk di NTB,” ungkapnya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here