Kasihan, Pekerja Rumah Tahan Gempa di KLU Ini Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bawah Jembatan
Foto: Warga yang ditemukan sudah tak bernyawa di lombok utara. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Warga Dusun Dasan Gelumpang, Desa akar-akar, Kecamatan bayan, kabupaten Lombok Utara geger dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dibawah jembatan kali mati di desa tersebut. Diketahui jenazah laki-laki tersebut bernama Luter Manggi Mujdi, warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berprofesi sebagai pekerja Rumah Tahan Gempa (RTG) di kabupaten termuda NTB itu.

Kapolsek Bayan Iptu Sukadana saat dikonfirmasi, Jumat (4/10) membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan, jenazah tersebut ditemukan warga setempat. Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 15.30 wita pada saat akan mencari rumput saksi tanpa sengaja melihat ke bawah jembatan dan melihat ada sebuah sepeda motor dan sesosok mayat.

“Oleh kedua saksi kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke kadus, kemudian Kadus melaporkan peristiwa tersebut ke polsek Bayan,” katanya.

Sukadana menjelaskan, kronologis kejadian pada hari Senin, 30 september 2019 sekitar pukul 20.30 wita, yang bersangkutan sempat ditelpon oleh aplikator karena kekurangan baut dan malam itu korban diketahuinya lembur untuk bangun rumah RTG warga di dusun Dasan Tereng. Setelah pinjam motor warga korban meluncur ke dusun dasan gelumpang untuk menemui aplikator dan mengambil baut.

“Akan tetapi korban tidak kunjung tiba. Setelah di hubungi ponsel korban tidak aktif, kemudian teman-teman korban inisiatif untuk melakukan pencarian bersama namun tidak juga ketemu,” jelasnya.

Setelah tiga hari menghilang kemudian pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa melihat mayat di bawah jembatan, dimana diperkirakan korban sebelum terjatuh menabrak sisi sudut jembatan dan korban jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 10 meter dengan posisi tengkurep menghadap Timur. Sedangkan posisi sepeda motor dalam keadaan miring ke kanan menghadap ke barat. Setelah dilakukan pengangkatan terhadap mayat korban ditemukan luka busuk pada bagian punggung, dan luka pada bagian lengan kanan.

“Diduga korban mengalami kecelakaan tunggal,” tandasnya.

Terpisah, kerabat korban Ernest Julianto yang juga Aplikator Risha tempat korban bekerja, mengaku telah mengikhlaskan kepergian korban. Menurutnya Korban merupakan pekerja yang rajin dan mendedikasikan dirinya untuk percepatan rumah korban gempa di Lombok Utara.

“Jujur kami sangat kehilangan, korban ini rela lembur sampai malam untuk percepatan pembangunan rumah warga, ini merupakan dedikasi untuk masyarakat korban gempa,” tukasnya.

“Alhamdulilah pemakaman Luter sudah dilakukan di Mataram,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua G – Risha Indonesia Syarifudin, turut mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Luter, oleh sebab itu, atas dedikasi yang diberikan Luter terhadap masyarakat dan asosiasi ini, pihaknya memberikan tali asih dan membiayai seluruh biaya pemakaman Luter.

Baca Juga:

“Kami sangat kehilangan Luter, Ia rela bekerja sampai malam untuk percepatan rumah korban gempa kami sangat kehilangan,” pungkasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here