Kampanye Berbalut Reses Hj Rabiatul Adawiyah, Bawaslu Masih Terus Dalami
Foto : Hj. Robiatul Adawiyah (sumber : net)

LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah terus mendalami kasus dugaan kampanye yang ditunggangi kegiatan reses oleh calon DPD RI Dapil NTB Hj Rabiatul Adawiyah.

Baca Juga:

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang dilakukan di desa Teduh terindikasi juga ada keterlibatan ASN.
Ketua Divisi Penyelesaian sengketa Bawaslu Loteng, Harun Azwari mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Bahkan pihaknya telah memanggil beberapa pihak, seperti oknum ASN dan Hj Rabiatul Adawiyah yang diwakili oleh asistennya. Termasuk juga telah memanggil saksi penerima stiker, dan KPU Loteng.

“Kalau KPU hari ini (kemarin_Red) kita panggil untuk dimintai ketarangannya, terkait aturan kampanye,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Termasuk juga nanti meminta petunjuk dari Kepolisian dan Kejaksaan. “Kalau dalam aturan, tidak boleh caleg membagikan stiker, ketika melakukan reses,” jelasnya.

Karena, dalam UU nomor 7 tahun 2017 pasal 280 ayat 1 huruf h, yang bunyinya pelaksana, peserta pemilu dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kampanye. Apalagi, menggunakan kegiatan resesnya untuk kampanye. Soalnya, reses itu kegiatan murni anggota DPR dan DPD, yang tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan mereka, apalagi saat ini mereka menjadi calon.

“Ini yang masih kita dalami. Bahkan kegiatan itu dilakukan di lembaga pendidikan,” ujarnya.

Ketika disinggung, kalau terbukti. Ia katakan, nanti dilihat. Tapi, saat ini kita masih fokus melakukan pendalaman, siapa yang memberikan stiker, apakah tim atau yang caleg bersangkutan. Namun, dari hasil keterangan asistennya, Hj Robiatul Adawiyah tidak tahu dan diluar sepengatahuannya soal ada pembagian stiker. “Intinya kita masih dalami siapa pemberi stiker tersebut,” tandasnya.

Sementara, Ketua KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin membenarkan, adanya pemanggilan dari Bawaslu. Itu pun terkait dengan persoalan calon DPD, inisial RA. “Pada intinya klarifikasinya soal aturan kampanye, ukuran bahan kampanye yang diperbolehkan untuk dibagi, serta soal reses yang diduga berbau kampanye,” singkatnya. (hiz)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here