Jangan Sampai Pansel Sekda Jadi Parcel 2016
Foto: Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB Made Slamet. (KANALNTB.COM)

MATARAM, KANALNTB.COM – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD NTB Made Slamet, Senin (8/07) menyebut bahwa jangan sampai sandiwara Pansel JPT Madya (Sekda Prov) 2016 terulang kembali di tahun 2019. Dia juga meminta Pansel Sekda yang dipilih dari akademisi yang profesional dan tidak melanggar PP 11 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian ASN Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

“Jangan membuat aturan seperti Pansel Sekprov 2016 itu hanya untuk menjegal seseorang atau mengkondisikan Seseorang. Itu harapan saya,” tegasnya.

Aturan baku untuk usia pansel JPT Madya (eselon 1a Dan 1b) pada Saat pendaftaran Maksimal berumur 58 tahun, kenapa aturan yang dibuat umur 56 tahun oleh pansel Sekprov 2016, ini diduga sebagai upaya menjegal salah satu calon Sekda Chairul Maksum (CM) yang pada saat itu oleh banyak kalangan dianggap lebih Kapabel dan Mumpuni.

“Saya harapkan pansel ini juga supaya kerjanya profesional dari akademisi kan banyak. Artinya jangan jadi pansel stempel yang artinya menggiring ke seseorang itu sebelum. Sudah ada keberpihakan,” ungkapnya.

Made mempercayakan pasti pansel yang dibentuk profesional mencari sosok yang profesional sesuai aturan.

“Saya harapkan pansel ini juga supaya kerjanya profesional dari jajaran profesional akademisi ya banyak. Artinya jangan jadi lembaga stempel ya artinya menggiring ke seseorang itu sebelum sebelum diputuskan. Sekda itu berat, saya harapkan kan ia memang menghasilkan calon- calon yang profesional,”

Menurut made, fungsi peranan sekda luar biasa kedepan karena golongan tertinggi dalam jenjang didaerah dan tanggung jawabnya besar ke depan.

Baca Juga:

“Pansel itu harus belajar dari pansel- pansel yang ada di pusat seperti KPK yang tidak mengarahkan kepada seseorang. Tidak menerima pesanan begitu karena kita percayakan beliau ini orang profesion dan orang kampus jangan membuat aturan yang seperti sebelumnya itu hanya untuk menjegal seseorang. Pakai aturan, PP itu jangan lagi dibiki-bikin dan ditambah. Ini pertaruhan nama, ini kalau main-main, masyarakat akan mengukur kadar professional pansel,” katanya.

(pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here