IBADAH KASMARAN
Foto: dok

Oleh: TGH Khalilurrahman


Dengan penasaran tinggi dan keinginan besar mengikuti pola ibadah Rasulullah, tiga sahabat mendatangi rumah Ummahatulmukminat untuk bertanya tentang ibadah Beliau.
Setelah mendapatkan info yang memadai, mereka merasa bahwa ibadah yg selama ini mereka laksanakan sangat jauh kurang bila dibanding Nabi.

“Ibadah kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Rasulullah,  Padahal beliau telah diberikan jaminan dan ampunan Allah atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.”

Kemudian salah seorang dari mereka berkata : “Aku berumpah, bahwa aku akan shalat malam selama-lamanya,”  Mendengar hal tersebut, sahabat yang kedua menimpali : “Adapun aku, maka sungguh aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka…..” Sahabat yang ketiga,  tidak mau kalah. Ia pun berkata : “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya, agar aku sepenuhnya memiliki waktu bersama Allah.”

Rasûlullâh yang mendapatkan info tentang hal tersebut, segera mendatangi mereka, seraya bersabda, “Benarkah kalian telah berkata dan berikrar demikian….?  Ketiga sahabat tersebut mengiyakan.

Dengan lembut,  Rasulullah kemudian menyampaikan : “Aku tahu bahwa kalian sedang kasmaran untuk beribadah kepada Allah sehingga kalian melupakan hak tubuh kalian. Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allâh diantara kalian. Akan tetapi aku berpuasa namun aku juga berbuka, aku shalat malam namun aku juga istirahat, aku pun juga menikahi wanita. Bukankah itu juga bagian dari sunnahku, maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, ia tidaklah termasuk golonganku. (HR.  Bukhari,  Muslim, Nasa’i dan ibn Hibban).

Kasmaran, adalah sesuatu yang manusiawi. Namun mengekspresikannya secara berlebihan, adalah tidak dikehendaki. Terlebih dalam hal ibadah, karena bisa saja nantinya menjurus bid’ah.

Nabi ingin mengingatkan kita agar menunjukkan cinta sesuai takaran dan ukurannya, sehingga tercipta keseimbangan antara hak jasad dan hak Tuhan.

Benar kata para pecinta : “Cintailah sepenuh hati jangan sepenuh jiwa,  agar ketika engkau kecewa engkau hanya sakit hati, bukan sakit jiwa…”


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here