Hotel Harus Survive, Paket Isolasi Mandiri Cara Cerdas Bertahan di Tengah Corona
Foto: Anggota Komisi II DPRD NTB H Misbach Mulyadi. (Foto: kanalntb.com/pur)

Mataram, KanalNTB.com – Apa yang dilakukan  salah satu hotel di kota Mataram dengan menjual paket selama 14 hari untuk isolasi mandiri dinilai hal yang sangat wajar untuk survive di tengah keterbatasan orang yang menginap di Hotel.

“Itu langkah yang sangat baik untuk menghidupkan karyawan di tengah serangan covid,” tegas Anggota Komisi II DPRD NTB Bidang Pariwisata, Misbach Muliadi, Rabu (15/04) kepada KanalNTB.

Disamping itu cara ini juga sekaligus untuk menghidupkan karyawan yang dimiliki hotel tersebut.

“Bayangkan kalau setiap hotel punya seratus kamar per kamar itu Rp 400 ribu kalikan saja perhari bisa 40 juta,” ungkap Ketua Harian Partai Golkar NTB dan pemilik Home Stay di Kota Mataram ini.

Dalam situasi covid seperti ini lampunya hotel harus tetap menyala. Dan itu harus dibayarkan setiap bulan.

“Kalau setiap hotel mempunyai 1000 kw, bebannya saja belum tentu dibayarkan. Harusnya PLN juga bisa memberikan keringanan tiga bulan ini,” ungkapnya.

Tetapi PLN tentu tidak mau juga karena mereka harus dibayar.

“PLN itu kan bisnis jadi tetap harus dibayar,” terangnya.

Selain itu juga pajak PB1 harus dibayarkan oleh pihak hotel. Misbach mengakui ini juga terus ia diperjuangkan.


Baca Juga:


“Kita sudah sampaikan agar ini bisa ditundalah tiga bulan saja. Nanti dibayar di bulan atau tahun yang lain,” ungkapnya.

(pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here