Helat Acara Gili Menggibung, lkhtiar Masyarakat dan Pelaku Usaha Trawangan Geliatkan Pariwisata KLU
Foto: Tampak puluhan wisatawan mancanegara (wisman) ikut andil dan menghadiri langsung jalannya kegiatan ritual adat menggibung. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Ikhtiar yang dilakukan oleh para pelaku usaha dan masyarakat di gili Trawangan, Desa Gili lndah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk menggeliatkan kembali pariwisata yang sempat lesu akibat bencana alam gempabumi memang patut diacungi jempol.

Terbukti, acara yang bertajuk “Gili Menggibung” yang dihelat di Desa Dunia Beda, Sabtu (23/3) rupanya mampu menghipnotis wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung.

Ketua Panitia Lalu Kusnawan mengungkapkan, digelarnya Gili Mennggibung ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya adat dan kearifan lokal yang ada di Lombok Utara. Selain itu, perhelatan ini juga digelar untuk memperkenalkan kuliner asli Lombok KLU baik dari segi estetika ataupun hiburannya.

“Perlu dijelaskan berjalannya acara ini karena didukung banyak pihak, termasuk masyarakat gili dan sesepuh di Lombok Utara. Tujuan kami ingin memberdayakan kearifan lokal,” ungkap Kusnawan.

Pantauan KanalNTB di lokasi, tampak puluhan wisatawan mancanegara (wisman) ikut andil dan menghadiri langsung jalannya kegiatan ritual adat menggibung, tari -tarian tradisional serta atraksi cupak gerantang yang disuguhkan panitia.

Kusnawan menjelaskan, selain memberdayakan kearifan lokal dan memperkenalkan kuliner, Gili Menggibung ini juga ditujukan menarik wisatawan untuk berkunjung ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air), khususnya pada saat low season seperti saat ini.

“Kami berharap kegiatan ini bisa rutin diadakan mengisi kekosongan low season. Artinya ada opsi yang bisa diberikan selain alam,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Gili Indah Suburudin menuturkan, kegiatan semacam ini diharapkan
bisa terus dihelat setiap tahunnya. Sebab, adanya event semacam ini cukup efektif untuk memikat wisatawan.

“Kita juga selalu adakan ritual mandi safar, kegiatan atraksi budaya, terbukti kegiatan semacam ini mampu menyedot wisatawan,” tuturnya.

Suburudin menambahkan, pada bulan Juni ini pihaknya juga akan menyelenggarakan Gili Menggawe di Dusun Gili Air selama 1 bulan. Acaranya juga akan dimeriahkan oleh penampilan joget rudat, peresean dan tari-tarian tradisional lainnya.

Baca Juga:

Ditemui terpisah, Gary wisman asal Inggris mengaku sangat senang melihat perhelatan budaya semacam ini. la juga mengaku, sudah lima kali berkunjung ke gili Trawangan, tapi baru kali ini dia melihat acara budaya semacam ini.

“Bencana gempa bumi itu tidak masalah, kami akan kembali lagi ke gili Trawangan. Budaya dan pertunjukan tariannya sangat bagus, masyarakatnya juga sangat ramah,” pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
2
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here