Harga Semen Meroket, Korban Gempa Menjerit, Pengusaha Minta Kadin KLU Dibubarkan
Foto: Nanang salah seorang anggota pokmas di dusun Karang Desa, Desa Tanjung. (KANALNTB.COM)

LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Melonjaknya harga bahan material berupa semen di Kabupaten Lombok Utara (KLU) membuat masyarakat korban gempa Menjerit. Pasalnya, ditengah masyarakat berpacu membangun rumahnya (RTG) pasca gempa harga semen justru meroket berkisar antara Rp 70 sampai 80 ribu per sak.

“Kita kan saat ini dalam bencana malah ditekan dengan harga. Mana semen langka lagi. meskipun ada, harganya sangat mahal, semen jenis Boswa yang dulu harganya berkisar antara Rp 56 ribu saat ini malah naik menjadi Rp 65 ribu, sementara semen jenis tiga roda harganya semula Rp 60 ribu kini naik 70 ribu, sadisnya lagi kalau kita beli diluar pokmas harganya bisa tembus Rp 80 per sak,”ungkap pak Nanang salah seorang anggota pokmas di dusun Karang Desa, Desa Tanjung.

Hal serupa juga dikeluhkan para pengusaha di Lombok Utara, Raden Satriadi misalnya, Ia menuturkan, sejak tiga Minggu terakhir material berupa semen sangat langka dan harganya pun sangat mahal, jika persoalan ini terus dibiarkan maka akan sangat merugikan masyarakat, bahkan buruknya proses pembangunan rehab/rekoun ini akan terhambat.

“Jadi semua masyarakat menjerit sekarang tentang kelangkaan semen ini. Saya melihat peran kadin ini dimana, pemerintah itu kemana,” cetus Raden Satriadi salah seorang pengusaha material di KLU, Selasa (10/9).

Pengusaha yang akrab disapa Raden Beledur itu menjelaskan, kebutuhan akan semen di Lombok Utara dalam sehari saja bisa mencapai seribu sak. Namun akibat kelangkaan ini fakta di lapangan jangankan mencukupi kebutuhan, setengahnya saja para pengusaha sangat kesulitan.

“Kelangkaan dan lonjakan harga semen ini tentu sangat merugikan kami pengusaha. Naiknya sangat jauh, misalnya tiga roda Rp 70 – Rp 80 ribu per sak naiknya, ditambah harga angkut. Kami sebagai pengusaha hanya gigit jari saja. Masyarakat juga sangat dirugikan dengan hal ini bisa-bisa pembangunan rumah mereka akan terhambat,” akunya.

Menurut Raden Satriadi, untuk mengatasi persoalan ini, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Lombok Utara harusnya berperan untuk mengintervensi harga. Namun nyatanya keberadaan kadin nyaris tidak pernah muncul atau bekerja.

“Padahal mereka yang ditunjuk guna menyediakan material bahan konstruksi sebagaimana instruksi Wakil Presiden tanggal 21 Agustus 2018, ini malah fakum, gagal total,”tukasnya.

Bahkan sejauh ini lanjut Raden, pihaknya tidak pernah diminta atau dikoordinir oleh kadin untuk mendiskusikan berbagai macam kebutuhan material termasuk semen.

“Kadin ini tidak ada peran sama sekali, tidak pernah kita dikumpulkan atau di koordinir fakum kadin di KLU ini. Makanya lebih baik kadin bubarkan saja karena tidak ada perannya selama ini,” katanya.

Terpisah, Ketua Kadin Lombok Utara Putu Sudiarsah yang dikonfirmasi mengakui bahwa semen memang terjadi kelangkaan. Pihaknya di kadin akan berkoordinasi dengan distributor semen yang ada di Lombok untuk mengetahui penyebab kelangkaan dan hasilnya kemudian akan diteruskan ke pusat. Selain itu, pihaknya juga menyayangkan para pengusaha dan aplikator yang tidak pernah berkoordinasi dengan kadin.

Baca Juga:

“Kita akan cari tahu penyebabnya dulu kenapa sampai terjadi. Memang kami juga menyayangkan kurangnya koordinasi antara pengusaha dengan kami, sehingga begitu persoalan ini muncul kami juga kebingungan,”pungkasnya.

(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here