Gus Muwafiq Minta Maaf, Klarifikasi Ceramahnya yang Dianggap Menghina Nabi
Foto: Gus Muwafik (kanan) bersama TGH Badaruddin (kiri) saat berada di lombok. (dok)

Mataram, KanalNTB.com – Tokoh muda kondang NU, KH Ahmad Muwafiq yang dikenal dengan Gus Muwafiq tengah menjadi buah bibir karena pernyataannya yang dianggap menghina masa kecil Nabi Muhammad SAW. Karena sebagian kaum muslimin tanah air merasa keberatan dengan pernyataannya Gus Muwafiq pun menyampaikan klarifikasi dan minta maaf atas dugaan penghinaan terhadap junjungan ummat Islam tersebut.

Dalam video klarifikasi yang diterima kanalntb.com, Selasa (2/13) berdurasi dua menit tiga puluh sembilan detik itu, Gus Muwafiq tampak mengenakan peci hitam dan kaos putih oblong. Ia menjelaskan isi ceramah yang dipermasalahkan kaum muslimin dan ia pun dalam kesempatan tersebut meminta maaf karena tidak bermaksud demikian. Namun jika itu dianggap menghina atau merendahkan Rasulullah ia pun meminta maaf kepada kaum muslimin tanah air.
Berikut ungkapan klarifikasi kyai asal Yogyakarta tersebut.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ahmad Muwafiq dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta sama Rasulullah, saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum muslimin yang tidak ingin Rasulullah?” kata Gus Muwafiq mengawali klarifikasinya.

Kalimat yang disorot dari ceramahnya itu kata Gus Muwafiq disampaikannya saat di Purwodadi, Jawa Tengah. Muwafiq mengaku dalam aktifitasnya berdakwah seringkali dihadapkan dengan generasi milenial dan mendapat pertanyaan dari mereka.

“Akan tetapi, saya sampaikan kemarin kalimat itu di Purwodadi sesungguhnya adalah itulah tantangan kita hari ini. Bahwa milenial hari ini selalu berdiskusi dengan saya tentang dua hal tersebut. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu? Dan semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya,” urainya.

Muwafiq lalu menjelaskan soal penggunaan kata ‘rembes’ dalam ceramahnya.

“Lantas kemudian terkait dengan kalimat ‘rembes’, ‘rembes’ itu dalam bahasa Jawa artinya ‘punya umbel’, tidak ada lain, bahasa saya ‘rembes’ itu umbelan itu, ini terkait juga dengan pertanyaan biasanya apakah anak yang ikut dengan kakeknya, ini kan bersih, karena kakek kan saking cintanya sama cucu sampai kadang cucunya apa-apa juga boleh. Hal itu saja yang sebenarnya,” ucapnya.

“Dan alhamdulillah sekarang saya diingatkan terimakasih. Dan demi Allah saya sedikitpun tidak menghina Rasulullah. Dan saya dari kecil dididik untuk menghargai Rasulullah. Untuk kaum muslimin di Indonesia apabila kalimat kalimat ini terlalu lancang saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Hanya mungkin inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah. Saya mohon maaf Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Gus Muwafiq.

Sebagaimana diketahui munculnya tuduhan  menghina Rasulullah berawal dari isi ceramah  Gus Muwafiq dalam potongan video yang viral dan tersebar luas. Dalam ceramahnya Gus Muwafiq menceritakan soal masa kecil Nabi Muhammad SAW, yang penuh perjuangan dan ia jelaskan lahir secara biasa biasa saja.

Baca Juga:

Gus Muwafiq menceritakan Nabi Muhammad lahir sebagaimana anak anak pada umumnya. Ketika lahir kemudian dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Nah, seseorang yang dirawat kakek biasanya, kata Gus Muwafiq, kurang terawat dibanding dirawat ibu bapaknya. Ceramahnya itu dalam konteks kehidupan nabi-nabi yang di masa lalu umumnya dalam keadaan penuh perjuangan dan seringkali diburu jika diketahui memiliki keistimewaan.

(hmn)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here